Pemerintah Lunasi Utang Obligasi BLBI Sebesar Rp 218,3 Triliun Pasca Krisis 1998

Jakarta – Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, mengumumkan bahwa pemerintah telah berhasil melunasi seluruh utang obligasi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) kepada Bank Indonesia (BI) dengan total sebesar Rp218,3 triliun.
Suahasil menjelaskan bahwa pelunasan ini telah dilaksanakan pada tanggal 24 Agustus 2026, yang menandai selesainya kewajiban pemerintah kepada BI terkait penerbitan obligasi yang dilakukan dalam rangka penanganan krisis keuangan pada tahun 1997-1998.
“Pada akhir bulan lalu, kami telah berhasil menyelesaikan pembayaran utang obligasi BLBI kepada Bank Indonesia,” ungkap Suahasil di Istana Merdeka, Jakarta, pada hari Selasa.
Dia menyebutkan bahwa obligasi BLBI tersebut diterbitkan oleh pemerintah sekitar tiga dekade yang lalu sebagai respons terhadap krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada tahun 1997-1998. Kewajiban ini kemudian dibayarkan secara rutin oleh pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kepada BI.
Suahasil menjelaskan bahwa pembayaran terakhir dari utang ini dilakukan dengan menggunakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang bersumber dari surplus yang diperoleh oleh BI.
Ia menambahkan bahwa surplus yang dihasilkan oleh BI melalui operasionalnya, sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dapat disetorkan ke kas negara dan dicatat sebagai PNBP. Penerimaan ini selanjutnya digunakan untuk menyelesaikan kewajiban pemerintah terhadap obligasi BLBI.
“Dengan pelunasan utang obligasi yang mencapai Rp218,3 triliun ini, kami telah menyelesaikan seluruh kewajiban yang ada,” tegasnya.
Suahasil menganggap bahwa penyelesaian utang ini merupakan catatan penting dalam sejarah pengelolaan ekonomi Indonesia, karena berarti berakhirnya kewajiban pemerintah kepada BI yang muncul akibat krisis tahun 1997-1998.
“Dengan demikian, kami benar-benar menutup babak dalam sejarah penerbitan obligasi penanganan krisis tahun 1997-1998, yang diselesaikan pada masa pemerintahan Bapak Presiden Prabowo Subianto,” tutupnya.
➡️ Baca Juga: Strategi Efektif Menjaga Ritme Bermain Badminton Melawan Lawan yang Tidak Konsisten
➡️ Baca Juga: Proses Regenerasi Atlet: Fokus Berita Olahraga Terbaru di Tim Nasional Modern




