uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

kpkgg
bisnis

Pemerintah Alokasikan Rp1,28 Triliun untuk Pembukaan Rekening 25 Juta Warga, Siapa Targetnya?

Pemerintah telah menyiapkan dana awal sebesar Rp1,28 triliun untuk membuka rekening bagi 25 juta warga yang berusia di atas 17 tahun, khususnya dari kelompok desil 1 hingga 4. Inisiatif ini merupakan bagian dari Program Satu Orang Satu Rekening yang bertujuan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa program ini ditujukan untuk meningkatkan tingkat inklusi keuangan nasional dari 93 persen menjadi hampir 99 persen. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengatasi kesenjangan akses keuangan di masyarakat.

“Menindaklanjuti arahan Bapak Presiden, kami mempersiapkan Program Satu Orang Satu Rekening yang diharapkan dapat meningkatkan inklusivitas keuangan mendekati 99 persen. Dengan demikian, kita dapat melihat kenaikan yang signifikan dari 93 persen menjadi 99 persen,” ungkap Airlangga dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah di Jakarta pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Dalam pelaksanaan program ini, pemerintah akan memberikan setoran awal senilai Rp50.000 untuk setiap rekening yang dibuka. Proses ini akan melibatkan Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai mitra bank yang akan menyalurkan dana.

Airlangga menjelaskan bahwa kedua bank tersebut bertanggung jawab untuk menyiapkan data calon penerima dengan merujuk pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional, data dari Badan Pusat Statistik (BPS), serta informasi dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Penggunaan data yang tepat ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penyaluran program agar lebih tepat sasaran. Pemerintah juga ingin memastikan bahwa rekening yang dibuka tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan uang, tetapi juga dapat digunakan untuk menerima bantuan dan mendukung kegiatan produktif masyarakat.

“Langkah ini kami ambil untuk mendorong efektivitas penyaluran bantuan dan kegiatan produktif. Jadi, pembukaan rekening ini bukan sekadar formalitas. Peningkatan inklusi keuangan juga harus dimulai sejak dini,” jelasnya.

Selain fokus pada warga dewasa dari kelompok ekonomi bawah, pemerintah juga berupaya mendorong inklusi keuangan melalui Program Rekening Pelajar yang telah dilaksanakan sebelumnya.

Menurut Airlangga, program ini sudah diikuti oleh 59,18 juta pelajar dengan total dana tabungan yang mencapai Rp27 triliun. Rekening Pelajar merupakan salah satu strategi untuk memperkenalkan layanan keuangan formal kepada masyarakat mulai dari usia sekolah.

Melalui Program Satu Orang Satu Rekening dan Rekening Pelajar, pemerintah bertekad untuk memperluas kepemilikan rekening di berbagai lapisan masyarakat. Target untuk meningkatkan inklusi keuangan hingga mendekati 99 persen diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan, penyaluran bantuan, serta mendukung kegiatan ekonomi yang produktif.

➡️ Baca Juga: Raphinha Tunjukkan Kemarahan, Chelsea Alami Penurunan Harga Diri yang Signifikan

➡️ Baca Juga: Enam Pemain Persija Bergabung dengan Timnas Indonesia, Pernyataan Mauricio Souza

Related Articles

Back to top button