Lima Pemain Potensial untuk Naturalisasi Timnas Indonesia setelah PSSI Abaikan Belanda

Jakarta – PSSI kini tengah mempertimbangkan untuk mengalihkan fokus naturalisasi pemain Timnas Indonesia dari Belanda, yang memberikan kesempatan bagi sejumlah pesepak bola keturunan dari negara lain untuk bergabung.
Ada setidaknya lima nama yang dianggap sebagai kandidat potensial untuk memperkuat skuad Garuda ke depan.
Perubahan strategi dalam pencarian pemain diaspora ini diungkapkan oleh Noor Korompot, Staf Khusus Menteri Hukum RI.
Dalam unggahannya di Instagram pada Sabtu (31/10/2026), ia menyampaikan bahwa Belanda tidak lagi menjadi prioritas utama dalam pencarian pemain naturalisasi.
“Dikabarkan tim pemantau PSSI kini mengalihkan perhatian mereka kepada pemain berdarah Indonesia yang aktif bermain di Jerman, Amerika Serikat, Australia, Belgia, Spanyol, serta negara-negara Eropa lainnya selain Belanda,” jelas Noor Korompot.
Perubahan fokus ini dipicu oleh regulasi ketenagakerjaan dan imigrasi yang ketat di Belanda terhadap pemain yang bukan berasal dari Uni Eropa.
Kondisi ini membuat proses naturalisasi bagi pesepak bola yang masih berkarier di Belanda perlu diperhitungkan dengan sangat hati-hati.
Di luar Belanda, ada sejumlah pemain keturunan Indonesia yang memiliki kualitas serta pengalaman bermain di liga-liga Eropa yang kompetitif.
Berikut adalah lima pemain yang berpotensi dipertimbangkan oleh PSSI jika pencarian pemain naturalisasi diperluas.
1. Laurin Ulrich (SC Paderborn/Jerman)
Laurin Ulrich merupakan salah satu kandidat yang menarik perhatian, berkat pengalamannya di kompetisi sepak bola Jerman.
Gelandang berusia 21 tahun ini saat ini memperkuat SC Paderborn dengan status pinjaman dari VfB Stuttgart untuk musim 2026/2027.
Ulrich memiliki darah Indonesia yang berasal dari kakeknya, yang berasal dari Surabaya, Jawa Timur.
Namanya bahkan pernah disebut oleh Noor Korompot sebagai salah satu pemain keturunan yang berpotensi memperkuat Timnas Indonesia.
2. Daijiro Chirino (UD Almeria/Spanyol)
Pilihan berikutnya adalah Daijiro Chirino, seorang bek berusia 24 tahun yang bermain untuk UD Almeria di divisi kedua Liga Spanyol.
Pemain yang lahir di Zwolle ini mampu beradaptasi sebagai bek kanan maupun bek tengah.
Chirino memiliki garis keturunan Indonesia dari pihak ibunya, yang berasal dari Maluku.
Kakeknya diketahui berasal dari Saparua, sedangkan neneknya berasal dari Ihamahu.
3. Demiane Agustien (Arsenal U-21/Inggris)
Nama Demiane Agustien juga patut menjadi perhatian, karena saat ini ia tengah berkarir di akademi Arsenal.
Gelandang berusia 19 tahun ini memiliki keturunan Indonesia dari neneknya yang berasal dari pihak ibunya.
Dengan latar belakang yang kuat, Demiane berpotensi menjadi bagian penting dalam skuad Garuda di masa depan.
4. Yosua Silvanus (FC Utrecht/Jerman)
Yosua Silvanus adalah pemain muda yang kini berkarir di FC Utrecht, klub yang berkompetisi di liga tertinggi Belanda.
Sebagai seorang winger, Yosua menunjukkan kecepatan dan kemampuan dribbling yang mengesankan.
Ia memiliki keturunan Indonesia dari ayahnya, yang membuatnya menjadi salah satu kandidat menarik untuk naturalisasi.
5. Rizky Ridho (Persebaya Surabaya)
Rizky Ridho, meskipun berkarir di liga domestik, memiliki potensi besar untuk bergabung dengan Timnas Indonesia.
Bek tengah ini telah menunjukkan performa yang stabil di klubnya, Persebaya Surabaya.
Kedekatannya dengan budaya Indonesia dan kemampuan bertahan yang baik menjadi nilai tambah bagi skuad Garuda.
Dengan perubahan arah PSSI dalam mencari pemain keturunan, peluang bagi para pesepak bola berbakat ini untuk tampil di panggung internasional semakin terbuka lebar.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat tim nasional, langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan sepak bola Indonesia.
➡️ Baca Juga: Oracle PHK 30.000 Karyawan Sambil Rekrut Ribuan Tenaga Kerja Asing Baru
➡️ Baca Juga: Teknik Netting Badminton yang Efektif untuk Mengatur dan Mengontrol Reli Pertandingan




