uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

kpkgg
berita

BNPB Terapkan Strategi Panen Hujan untuk Atasi Karhutla dan Fokus pada Gambut Kering

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkenalkan strategi panen hujan sebagai salah satu cara untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di area gambut yang sedang mengalami kekeringan. Melalui teknik modifikasi cuaca, BNPB berupaya mengarahkan hujan ke lokasi yang krusial untuk mendukung pemadaman api dan mencegah terjadinya kebakaran di masa mendatang.

Direktur Penanganan Darurat Wilayah III BNPB, Nelwan Harahap, S.P., M.Tr.A.P., menjelaskan bahwa pelaksanaan panen hujan dilakukan dengan memanfaatkan awan yang memenuhi kriteria untuk menghasilkan hujan. Dengan pendekatan ini, air dapat disalurkan ke lokasi prioritas, berbeda dengan mengandalkan hujan alami yang sulit diprediksi lokasinya.

Penjelasan ini disampaikan oleh Nelwan dalam Diskusi Redaksi (DIKSI) yang bertema “Strategi Penanganan Karhutla dan Penguatan Respons Darurat melalui Kolaborasi Lintas Sektor” pada Rabu, 21 Oktober 2026.

Nelwan juga menyatakan bahwa hujan yang turun secara alami tidak selalu menjangkau area yang membutuhkan air. Faktor pergerakan awan dan kecepatan angin dapat memengaruhi lokasi turunnya hujan, sehingga daerah yang mengalami kebakaran mungkin tidak mendapatkan curahan air yang diperlukan.

Melalui penerapan strategi panen hujan ini, BNPB berusaha untuk memanfaatkan potensi awan yang dapat menghasilkan hujan dengan melakukan modifikasi cuaca sehingga hujan dapat jatuh di lokasi yang telah ditentukan sebelumnya.

“Begitu kami mendeteksi awan dengan potensi kelembapan yang cukup, kami langsung melakukan modifikasi cuaca agar hujan dapat turun di tempat yang sangat kami perlukan,” jelas Nelwan.

Ia menambahkan bahwa pemantauan potensi awan dilakukan secara real-time bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Setiap jam, kondisi awan dan tingkat kelembapannya diperiksa untuk memastikan bahwa syarat untuk pelaksanaan modifikasi cuaca terpenuhi.

Dalam proses modifikasi cuaca tersebut, partikel garam berukuran sangat kecil digunakan untuk mendukung proses kondensasi butiran awan, sehingga dapat mempercepat pembentukan hujan. Dengan cara ini, hujan diharapkan dapat diarahkan dengan tepat ke wilayah yang menjadi target operasi.

Strategi panen hujan tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan curah hujan, tetapi juga untuk memastikan ketersediaan air di kawasan yang memerlukan penanganan darurat.

➡️ Baca Juga: Profil Alyssa Cordes, Diduga Pacar Baru Baskara Mahendra Tertangkap Liburan Bersama

➡️ Baca Juga: Sistem Presisi Polri Terbukti Efektif, Ini Penjelasan dari Para Ahli

Related Articles

Back to top button