happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

depo 10k depo 10k
bisnis

Valuasi Saham TUGU Naik 34 Persen Tahun Ini: Analisis Mendalam dan Implikasin Investor

Untuk investor, likuiditas adalah aspek yang sangat krusial. Saham yang diperdagangkan secara aktif cenderung lebih mudah untuk dibeli dan dijual tanpa dampak yang signifikan terhadap harga. Hal ini memberikan fleksibilitas yang lebih bagi investor, terutama bagi mereka yang memiliki modal besar, untuk memasukkan saham tersebut ke dalam portofolio mereka.

Saham PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) mengalami kenaikan harga sekitar 14% dalam jangka waktu satu bulan terakhir. Sejak awal tahun ini, penguatan harga saham TUGU telah mencapai sekitar 34%, mengungguli performa saham lain di sektor asuransi serta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Kenaikan signifikan ini menjadikan TUGU sebagai salah satu saham asuransi yang menonjol sepanjang tahun 2026. Dengan kinerjanya yang lebih baik dibandingkan indeks acuan, saham perusahaan asuransi umum yang memiliki spesialisasi di sektor energi ini kini kembali menarik perhatian para pelaku pasar.

Kenaikan harga saham TUGU juga disertai dengan meningkatnya aktivitas perdagangan. Rata-rata nilai transaksi harian saham ini pada bulan September 2026 tercatat sekitar Rp6,2 miliar, meningkat dari Rp2,9 miliar pada bulan Agustus.

Artinya, nilai transaksi harian saham TUGU mengalami peningkatan lebih dari dua kali lipat hanya dalam waktu sebulan. Lonjakan seperti ini sering kali menandakan bertambahnya jumlah investor yang aktif memperdagangkan saham tersebut.

Nilai transaksi ini menjadi yang tertinggi sejak bulan Maret 2026. Peningkatan likuiditas ini memberikan peluang lebih besar bagi investor untuk menganalisis saham TUGU lebih dalam.

Menurut analis dari Trimegah Sekuritas, Kharel Devin Fielim, valuasi TUGU masih cukup menarik jika dibandingkan dengan emiten asuransi umum lainnya di dalam negeri.

Dalam analisis yang dilakukan oleh Trimegah, saham TUGU diperdagangkan pada sekitar 0,5 kali price-to-book value (PBV) untuk proyeksi tahun 2026. Sementara, rata-rata PBV dari perusahaan sejenis berada di kisaran 1,3 kali.

PBV adalah rasio yang membandingkan harga saham dengan nilai buku atau ekuitas perusahaan per lembar saham. Nilai PBV sekitar 0,5 kali menunjukkan bahwa pasar menilai saham TUGU sekitar setengah dari nilai bukunya. Sebaliknya, saham perusahaan sebanding rata-rata dihargai lebih tinggi dari nilai bukunya.

Jika dilihat secara langsung, valuasi TUGU berada sekitar 60% di bawah rata-rata perusahaan sebanding. Perbedaan yang signifikan ini menjadi salah satu alasan utama Trimegah menilai saham TUGU masih memiliki daya tarik, meskipun harganya telah mengalami kenaikan yang cukup besar tahun ini.

“TUGU saat ini diperdagangkan hanya sekitar 0,5 kali FY26F PBV, dibandingkan dengan 1,3 kali pada perusahaan sebanding, meskipun perusahaan ini mampu menghasilkan return on equity (ROE) yang lebih tinggi. Kombinasi antara kesenjangan valuasi dan profitabilitas yang lebih baik menjadi faktor yang menarik untuk diperhatikan,” ungkap Kharel dalam keterangannya pada hari Sabtu, 26 September 2026.

➡️ Baca Juga: Siswa Meninggal Akibat Ledakan Senapan Rakitan saat Ujian Praktik di Riau, Guru Terjerat Kasus

➡️ Baca Juga: IPC TPK Siapkan Layanan Optimal untuk Menghadapi Lonjakan Arus Petikemas Ramadhan

Related Articles

Back to top button