happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

depo 10k depo 10k
bisnis

48 Negara Ikut Serta dalam H20 untuk Memperkuat Ekonomi dan Ekosistem Halal Global

Jakarta – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) saat ini tengah menyelenggarakan The 5th Summit of Halal 20 (H20), yang merupakan forum internasional ke-5 dalam bidang halal.

Forum tahun ini mengambil tema “Bridging Bridges: Connecting Nations & Stronger Partnerships through Global Halal Trade & Economy”, yang mencerminkan pentingnya kolaborasi antarnegara dalam memajukan sektor halal.

0 2026 dihadiri oleh sekitar 450 peserta dari 48 negara, menjadikannya sebagai platform strategis untuk memperkuat kerjasama internasional dalam membangun ekosistem halal global yang lebih terhubung dan inklusif.

Acara ini mempertemukan berbagai pihak, termasuk regulator, lembaga halal, institusi sertifikasi, pelaku industri, serta pemangku kepentingan lain dari berbagai negara. Diskusi yang dilakukan mencakup penguatan tata kelola halal, kemudahan dalam perdagangan lintas batas, dan pengembangan industri serta ekonomi halal secara menyeluruh.

Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, mengungkapkan bahwa konsep halal memiliki sifat universal, yang dapat menjadi dasar untuk memperkuat kerjasama antarnegara dalam bidang halal.

“Halal adalah satu bahasa universal! Dalam bahasa Korea, tetap disebut halal. Dalam bahasa Arab, tetap halal. Dalam bahasa Rusia, di Argentina, Brasil, dan bahkan di Tiongkok—halal tetaplah halal. Ini adalah sebuah keajaiban,” ungkap Kepala BPJPH yang akrab disapa Babe Haikal.

Babe Haikal juga menekankan pentingnya untuk memperluas pemahaman tentang konsep halal agar bisa diterima secara luas di berbagai negara.

Menurutnya, prinsip halal berkaitan erat dengan aspek kesehatan dan kebaikan, yang dapat diterima oleh masyarakat tanpa memperhatikan latar belakang suku, bangsa, agama, atau budaya.

“Halal tidak hanya untuk umat Muslim. Halal juga berhubungan dengan kesehatan, transparansi, dan keterlacakan. Halal adalah simbol dari kesehatan yang tinggi dan bersih. Halal adalah makanan berkualitas tinggi,” lanjut Babe Haikal.

Ia menjelaskan bahwa perkembangan ekosistem halal harus dipahami secara komprehensif. Industri halal tidak hanya terbatas pada sektor makanan dan minuman, tetapi juga mencakup kosmetik, obat-obatan, barang utilitas, serta berbagai kategori produk lainnya yang diatur dalam regulasi Jaminan Produk Halal (JPH).

Oleh karena itu, semangat untuk mengembangkan industri halal perlu diwujudkan melalui kerjasama yang dapat memperkuat konektivitas ekosistem halal antarnegara.

➡️ Baca Juga: Kiper Tottenham Antonin Kinsky Ditarik di Menit ke-17, Schmeichel Sebut Kariernya Terancam

➡️ Baca Juga: Profil Andre Rosiade: Rekam Jejak Presiden Semen Padang FC dan Peluang di PSSI 2027

Related Articles

Back to top button