happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

depo 10k depo 10k
OTOMOTIF

Strategi DFSK di Indonesia: Lebih dari Sekadar Jual Mobil untuk Bertahan di Pasar

Persaingan di industri otomotif Indonesia semakin ketat dengan hadirnya beragam merek baru, terutama dari China. Dalam kondisi yang seperti ini, produsen mobil tidak bisa lagi hanya mengandalkan produk semata untuk menarik perhatian konsumen.

DFSK kini mulai menunjukkan komitmennya untuk membangun bisnis jangka panjang di Indonesia. Hal ini ditandai dengan pernyataan yang disampaikan perusahaan setelah menyelesaikan perjalanan DFSK E5 Plus dari Jakarta menuju Bali.

Selama kegiatan yang berlangsung dari tanggal 21 hingga 24 September 2026 tersebut, E5 Plus berperan sebagai kendaraan utama yang diperkenalkan kepada media dan influencer. Namun, di balik momen tersebut, DFSK juga mengekspresikan strategi mereka untuk mempertahankan eksistensi di pasar Indonesia.

Li Zhe, Managing Director of Retail Sales and Service Business Overseas Business Unit DFSK, menyatakan bahwa perusahaan tidak menganggap Indonesia sebagai pasar untuk bisnis jangka pendek.

Dia menjelaskan bahwa investasi DFSK di Indonesia telah dimulai jauh sebelum kendaraan pertama mereka diluncurkan. Perusahaan ini juga telah membangun fasilitas produksi yang mencakup tahap-tahap penting seperti stamping, welding, painting, dan assembly.

“Acara ini bagi kami bukan sekadar peluncuran kendaraan. Yang lebih penting adalah kami ingin membangun hubungan yang lebih erat dengan media dan influencer, mendengarkan perspektif mereka, serta menerima masukan secara langsung,” ungkap Li Zhe dalam pernyataannya pada Selasa, 29 September 2026.

Pernyataan ini mencerminkan upaya DFSK untuk menancapkan pijakan yang lebih kuat di Indonesia. Mereka tidak hanya fokus pada peluncuran produk, tetapi juga pada pengalaman yang didapat konsumen setelah kendaraan tersebut berada di tangan mereka.

Li Zhe menyebut bahwa DFSK ingin menciptakan apa yang disebut sebagai siklus penggunaan emas. Konsep ini berkaitan dengan upaya memastikan bahwa konsumen memperoleh pengalaman dan nilai dari kendaraan sepanjang masa kepemilikan.

“Oleh karena itu, kami berfokus pada pengembangan siklus penggunaan emas, memastikan pelanggan mendapatkan pengalaman dan nilai terbaik di setiap tahapan kepemilikan kendaraan, bahkan jauh setelah kendaraan meninggalkan showroom,” tambahnya.

Menurut Li Zhe, pendekatan ini merupakan bagian dari konsep jangka panjang yang diadopsi oleh DFSK.

“Ini bukan sekadar bisnis jangka pendek, tetapi merupakan pertumbuhan bersama dalam jangka panjang,” tegasnya.

➡️ Baca Juga: Kemenhaj Tingkatkan Istithaah Kesehatan Jemaah Haji Melalui Pemantauan Sebelum Keberangkatan

➡️ Baca Juga: Timnas Thailand dan Tajikistan Raih Tiket ke Putaran Final Piala Asia 2027

Related Articles

Back to top button