Houthi Intensif Serang Bandara dan Fasilitas Minyak, Arab Saudi Siap Beri Respons Tegas

Menteri Energi Arab Saudi, Pangeran Abdul Aziz bin Salman, mengungkapkan bahwa serangan yang dilakukan oleh kelompok pemberontak Houthi di Yaman dalam seminggu terakhir terhadap bandara dan fasilitas minyak serta gas di kerajaan tersebut telah menjadi ujian bagi ketahanan negara.
“Situasi yang berkembang dalam beberapa pekan terakhir sangatlah serius,” ungkapnya dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan oleh BBC Internasional pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Menanggapi serangan tersebut, Pangeran Abdul Aziz menegaskan bahwa Arab Saudi akan memberikan respons yang tegas dan serius.
“Respons kami harus sebanding dengan tingkat keseriusan situasi ini,” tambahnya saat berbicara dalam Kongres Energi WPC yang berlangsung di Riyadh.
Di sisi lain, Pangeran Abdul Aziz menunjukkan keyakinan bahwa negaranya akan dapat menghadapi tantangan ini dengan baik.
“Kami, sebagai bangsa Saudi, adalah masyarakat yang tidak mengenal rasa takut, kuat dalam menghadapi pertempuran, dan memiliki tekad yang tinggi. Kami akan menunjukkan kepada dunia bahwa apa pun yang kami hadapi, kami akan mampu mengatasinya,” jelasnya.
Untuk diketahui, pada Minggu, 11 Oktober, seorang warga negara Pakistan kehilangan nyawanya akibat serangan di terminal Bandara Internasional King Khalid yang terletak di ibu kota Riyadh. Serangan itu terjadi hanya sehari setelah rudal yang diluncurkan oleh Houthi menghantam terminal lain, yang mengakibatkan 13 orang tewas dan memaksa penutupan terminal tersebut.
Kelompok Houthi mengklaim bahwa serangan ini dilaksanakan sebagai bentuk balasan terhadap agresi yang dilakukan oleh Arab Saudi terhadap wilayah yang mereka kuasai di bagian barat Yaman.
Sementara itu, koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi memberikan dukungan udara kepada pasukan pemerintah Yaman untuk melawan Houthi di sepanjang pesisir Laut Merah serta kawasan lainnya.
Namun, ledakan kembali terdengar di Riyadh pada malam Senin. Koalisi militer pimpinan Arab Saudi menginformasikan bahwa mereka telah berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah rudal balistik yang ditujukan ke wilayah mereka.
Seorang juru bicara Houthi menyampaikan bahwa kelompok tersebut kembali menargetkan bandara sebagai bagian dari strategi mereka.
Di tengah ketegangan ini, Qatar Airways mengumumkan keputusan untuk menghentikan sementara semua penerbangan menuju Riyadh dan Dammam, sebuah kota di wilayah timur laut Arab Saudi.
Etihad Airways juga menginformasikan tentang pembatalan penerbangan antara Abu Dhabi dan Riyadh, Jeddah, serta Dammam sebagai dampak dari gangguan yang terjadi di kawasan tersebut.
Bandara King Khalid dipastikan akan tetap ditutup hingga hari Sabtu mendatang untuk memastikan keselamatan operasional dan penumpang.
➡️ Baca Juga: Usia Andre Taulany dan Amanda Rigby Terungkap, Selisih Lebih dari 17 Tahun
➡️ Baca Juga: BGN Menegaskan Kebenaran Informasi Terkait MBG di Media Sosial dan Video




