happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

depo 10k depo 10k
berita

Basarnas Tidak Perpanjang Pencarian Jurnalis dan Kru Kapal Arupadhatu 1, Fokus Penyisiran dan E-Broadcast ke Nelayan

Basarnas Banten telah mengonfirmasi bahwa pencarian terhadap lima jurnalis dan dua anggota kru kapal Arupadhatu yang hilang di perairan Selat Sunda tidak akan diperpanjang. Kejadian ini terjadi saat mereka sedang melakukan liputan terkait aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kepala Kantor Basarnas Banten, Al Amrad, menjelaskan bahwa saat ini fokus pihaknya beralih kepada strategi e-broadcast dan pemapelan. Menurut ketentuan yang berlaku, pencarian dilaksanakan selama tujuh hari dan telah diperpanjang selama tiga hari, yang berarti total pencarian telah berlangsung selama sepuluh hari.

“Pada tujuh hari pertama, kami berhasil menemukan satu jenazah pada tanggal 12 September 2026. Setelah evaluasi pada tanggal 14, kami memutuskan untuk memperpanjang pencarian selama tiga hari. Namun, setelah periode tersebut, tidak ada tanda-tanda korban ditemukan. Oleh karena itu, kami beralih ke langkah e-broadcast dan pemapelan untuk menginformasikan kepada masyarakat,” ungkap Al Amrad saat berbincang dengan wartawan pada Rabu (23/9/2026).

Lebih lanjut, Al Amrad menyampaikan bahwa koordinasi dengan Kantor SAR Bengkulu dan Kantor SAR Lampung juga telah dilakukan, terutama untuk wilayah pesisir dan para nelayan yang berada di sekitar lokasi kejadian.

“Sampai saat ini, upaya koordinasi di Bengkulu masih berlangsung dan hasilnya nihil, termasuk di wilayah Lebak. Jadi, langkah yang kami ambil setelah tanggal 17 adalah melakukan pemapelan dan e-broadcast kepada instansi terkait, termasuk nelayan dan masyarakat di pesisir, terutama di sekitar Pulau Enggano,” jelas Al Amrad.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki, menambahkan bahwa pada hari ke-10 pencarian, pihaknya telah meminta dukungan transportasi laut dari para nelayan. Informasi ini juga disebarkan melalui media sosial untuk memperluas jangkauan pencarian.

“Jika ada penemuan seperti yang terjadi sebelumnya di Pulau Enggano, di mana seorang nelayan menemukan jenazah di pinggir pantai, terutama di perairan Gunung Anak Krakatau, segera informasikan kepada kepolisian, Basarnas, pemerintah daerah, kepala desa, atau pihak RT/RW agar kami dapat segera mengambil tindakan,” tegas Hengki.

Sebagai tambahan, Polda Banten telah mengungkap hasil pemeriksaan atas penemuan mayat seorang pria yang dikenal sebagai Mr. X oleh seorang nelayan di Pulau Enggano, Bengkulu Utara, pada hari Sabtu (12/9/2026).

Kapolda Banten, Brigjen Pol Hengki, menyatakan bahwa jasad tersebut telah teridentifikasi sebagai Surakman, yang merupakan ABK dari Kapal Arupadhatu 1. Kapal ini sebelumnya membawa lima jurnalis untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

➡️ Baca Juga: Dampak Positif Produk Terhadap Kehidupan dan Kepercayaan Konsumen Kunci Keberhasilan Panasonic

➡️ Baca Juga: Korban Tewas Pelajar SD di Iran Akibat Serangan AS Meningkat Jadi 85 Orang

Related Articles

Back to top button