Trump Ambil Langkah Tak Biasa untuk Menyambut Xi Jinping di AS dengan Strategi Khusus

Presiden Tiongkok, Xi Jinping, tiba di Amerika Serikat pada Rabu waktu setempat, yang bertepatan dengan tanggal 24 September 2026. Kunjungan tersebut direncanakan berlangsung selama tiga hari, di mana Xi akan membahas berbagai isu penting, mulai dari keamanan, perdagangan, hingga perkembangan teknologi.
Kedatangan Xi tidak hanya menjadi sorotan publik, tetapi juga disambut langsung oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Momen ini menjadi langka, karena biasanya pemimpin Tiongkok tidak disambut secara langsung di Pangkalan Gabungan Andrews yang terletak di negara bagian Maryland.
Menurut laporan dari media, Donald Trump bersama Ibu Negara Melania Trump menyambut kedatangan Xi dan istrinya, Peng Liyuan, di landasan. Upacara penyambutan tersebut diwarnai dengan karpet merah yang dibentangkan, dan kedua pasangan tersebut melakukan jabat tangan yang simbolis.
Setelah itu, Trump dan Xi berjalan berdampingan, diapit oleh para tentara Angkatan Bersenjata AS. Keduanya kemudian berhenti untuk menerima penghormatan militer, yang ditandai dengan tembakan salvo serta dinyanyikannya lagu kebangsaan Amerika Serikat.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan setelah kedatangannya, Xi menyampaikan kepada Trump bahwa seharusnya Tiongkok dan AS berfungsi sebagai mitra, bukan sebagai pesaing, seperti yang dilaporkan oleh kantor berita resmi Tiongkok, Xinhua.
Xi menambahkan bahwa kebangkitan besar bangsa Tiongkok dan upaya untuk mengembalikan kejayaan Amerika dapat berjalan seiring, saling melengkapi, dan pada akhirnya memberikan keuntungan bagi dunia.
Penyambutan yang dilakukan secara langsung ini menegaskan betapa pentingnya hubungan antara Washington dan Beijing bagi kepentingan Amerika Serikat. Selama beberapa dekade terakhir, pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang pesat telah menjadikannya sebagai kekuatan global yang mampu bersaing dengan Amerika.
Walaupun hubungan kedua negara sempat mengalami ketegangan, terutama setelah pemerintahan Trump menerapkan tarif tinggi pada barang-barang Tiongkok yang direspons dengan kebijakan serupa oleh Beijing, Trump secara pribadi terus mengekspresikan kedekatannya dengan Xi dan kesungguhannya untuk membangun hubungan yang kokoh dengan Tiongkok.
Dalam agenda kunjungannya ke AS, Xi dijadwalkan untuk menghadiri jamuan makan malam kenegaraan yang akan dihadiri oleh para pemimpin industri teknologi Amerika. Selain itu, ia juga akan berpartisipasi dalam upacara militer di Gedung Putih dan mengunjungi National Archives, tempat di mana berbagai dokumen bersejarah dan penting, termasuk Konstitusi Amerika dan Deklarasi Kemerdekaan, disimpan.
Meskipun kedua negara menunjukkan upaya untuk memperkuat hubungan, mereka tetap saling waspada di tengah persaingan yang terus berlanjut untuk memperluas pengaruh politik dan ekonomi di seluruh dunia.
➡️ Baca Juga: AS dan Iran Jalin Pembicaraan Gencatan Senjata 45 Hari Menuju Kesepakatan Damai
➡️ Baca Juga: Pakar Menilai Perpres 79/2026 Timah sebagai Dasar Pengajuan PK oleh Harvey Moeis Cs




