happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

depo 10k depo 10k
berita

Prabowo Usulkan Pendidikan Gratis untuk Semua Tingkatan hingga SMA di Indonesia

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini memimpin sebuah rapat terbatas bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, untuk membahas komitmennya dalam menyediakan pendidikan gratis dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas di seluruh Indonesia.

Menteri Mu’ti menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya layanan pendidikan gratis bagi siswa di tingkat pendidikan dasar dan menengah. Ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan aksesibilitas pendidikan di seluruh negeri.

“Dalam pertemuan ini, Presiden menegaskan komitmennya untuk menyelenggarakan pendidikan gratis bagi semua murid, termasuk yang berada di taman kanak-kanak. Ini adalah bagian vital dari upaya kami,” ungkap Abdul Mu’ti kepada awak media pada Kamis (24/9/2026).

Lebih lanjut, Mu’ti menambahkan bahwa dalam upaya memperkuat pendidikan yang gratis, juga dibahas mengenai pemanfaatan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Program Indonesia Pintar (PIP) sebagai sumber pendanaan.

“Sejak tahun ini, semua siswa di sekolah dasar dan taman kanak-kanak akan mendapatkan dana BOS, sementara siswa dari keluarga kurang mampu juga akan memperoleh dana PIP,” jelas Abdul Mu’ti.

Dana BOS ini diperuntukkan untuk berbagai keperluan, antara lain untuk biaya operasional sekolah, gaji guru non-ASN, perbaikan fasilitas sekolah, serta mendukung kegiatan ekstrakurikuler yang bermanfaat bagi siswa.

Abdul Mu’ti juga menjelaskan tentang gaji guru di sekolah negeri, di mana guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) akan digaji oleh pemerintah pusat, sementara guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) juga akan mendapatkan gaji dari pusat di masa mendatang.

“Untuk guru non-ASN yang mengajar di sekolah negeri, pembayaran gaji mereka akan diambil dari dana BOS, di mana sekitar 20 persen dari dana tersebut dapat dialokasikan untuk gaji mereka,” tambah Mu’ti.

Selanjutnya, Menteri Mu’ti menekankan bahwa Presiden Prabowo Subianto menggarisbawahi pentingnya peningkatan kualitas guru sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan. Pelatihan untuk guru akan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Ini adalah arahan dari Presiden. Komitmen beliau untuk menyediakan layanan pendidikan gratis bagi siswa di sekolah negeri merupakan bagian dari hak setiap anak di Indonesia untuk mendapatkan pendidikan berkualitas, sesuai dengan cita-cita keempat Pak Presiden Prabowo Subianto,” tutup Abdul Mu’ti.

➡️ Baca Juga: Data Terbaru BNPB: Korban Meninggal Akibat Gempa NTT Mencapai 105 Orang

➡️ Baca Juga: Strategi Efektif Menjaga Ritme Bermain Badminton Melawan Lawan yang Tidak Konsisten

Related Articles

Back to top button