Netflix Mengumumkan PHK 800 Karyawan, Apa Penyebab di Balik Keputusan Ini?

Netflix dilaporkan akan mengambil langkah untuk memutuskan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 5 persen dari total karyawannya. Rencana ini merupakan bagian dari proses restrukturisasi besar yang sedang dijalankan oleh perusahaan penyedia layanan streaming tersebut, dan pengumuman resmi mungkin akan dilakukan dalam waktu dekat.
Sumber dari Puck News menyebutkan bahwa informasi mengenai pemangkasan tenaga kerja ini akan diumumkan paling lambat dalam beberapa hari ke depan.
Hingga saat ini, belum ada informasi mengenai departemen mana yang akan paling terpengaruh oleh keputusan ini. Pihak Netflix sendiri enggan memberikan komentar terkait laporan yang beredar.
Jika rencana ini terwujud, maka sekitar 800 posisi kerja akan terancam dihapus. Angka tersebut merujuk pada total karyawan penuh waktu Netflix yang mencapai sekitar 16.000 orang hingga akhir tahun 2025.
Sebanyak 68 persen atau sekitar 10.900 karyawan dari perusahaan ini berada di wilayah Amerika Serikat dan Kanada pada bulan Desember tahun lalu.
Rencana PHK ini muncul setelah beberapa kali Netflix melakukan pengurangan tenaga kerja dalam beberapa tahun terakhir. Gelombang PHK yang signifikan terakhir kali terjadi pada tahun 2022, saat perusahaan ini memangkas sekitar 450 karyawan setelah mengalami penurunan jumlah pelanggan berbayar sebesar 200.000 pada kuartal pertama tahun tersebut.
Penurunan jumlah pelanggan ini menandai yang pertama kali dalam lebih dari satu dekade. Pada tahun 2026, Netflix juga melakukan pemangkasan sejumlah posisi di tim produk globalnya. Namun, laporan terbaru mengenai pemangkasan 5 persen tenaga kerja ini berpotensi menjadi langkah restrukturisasi yang lebih besar dibandingkan pemangkasan sebelumnya yang berskala lebih kecil.
Di sisi lain, manajemen Netflix menyatakan bahwa perusahaan tetap mencatat pertumbuhan pendapatan yang positif. Co-CEO Netflix, Ted Sarandos, dalam konferensi Bloomberg Screentime yang diadakan di Los Angeles bulan lalu, menyampaikan bahwa pendapatan perusahaan pada kuartal II 2026 menunjukkan pertumbuhan dua digit di semua wilayah geografis.
Walaupun begitu, Sarandos juga mengakui bahwa perusahaan ingin mempercepat pertumbuhannya. “Secara keseluruhan, pertumbuhan kami belum secepat yang saya harapkan, dan kami sedang berusaha untuk mempercepatnya,” kata Sarandos, sebagaimana dilansir oleh Variety pada hari Senin (12/10/2026).
Ia juga menggarisbawahi bahwa keterlibatan pengguna telah tumbuh dengan lambat. Selama paruh pertama tahun 2026, tingkat keterlibatan pengguna Netflix hanya meningkat sebesar 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut Sarandos, beberapa program baru, termasuk siaran langsung, berkontribusi pada angka tersebut meskipun hasilnya belum sebanding dengan anggaran yang telah dikeluarkan.
“Ketika kami menayangkan program siaran langsung di Netflix, yang merupakan konsep yang relatif baru bagi kami, kami mengalokasikan sekitar 5 persen dari anggaran konten untuk acara tersebut. Namun, acara tersebut hanya menghasilkan sekitar 1 persen dari total waktu menonton,” ujarnya.
➡️ Baca Juga: Update Jadwal Olahraga Terbaru dan Hasil Pertandingan Secara Lengkap dan Akurat
➡️ Baca Juga: Iran Menyangkal Terlibat Insiden Flydubai, Sebut Operasi Ini Sebagai ‘False Flag




