happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

depo 10k depo 10k
berita

Korban Dugaan Pemerkosaan Ditemukan Bersama Tersangka, Polresta Kendari Sampaikan Permohonan Maaf

Sebuah video yang menjadi viral di media sosial menunjukkan seorang wanita yang diduga menjadi korban pemerkosaan dan perampokan di Kendari, Sulawesi Tenggara, terlihat menangis saat dipertemukan oleh pihak kepolisian dengan tersangka. Yang mengejutkan adalah tersangka tersebut merupakan mantan suaminya sendiri.

Dalam rekaman yang beredar, tampak pertemuan antara korban dan tersangka berlangsung di salah satu ruangan di kantor Polresta Kendari. Kasat Reskrim Polresta Kendari, Kompol Welliwanto Malau, bersama seorang anggota polisi lainnya juga terlihat hadir dalam situasi tersebut.

Video yang viral pekan lalu menunjukkan momen di mana korban dan tersangka berbincang. Tak lama setelah itu, korban tampak menangis. Melihat kondisi korban, Kompol Welliwanto segera meminta agar ia berhenti menangis.

“Lihat bu, jangan menangis bu,” ujar Welliwanto dengan nada menenangkan.

Insiden ini kemudian memicu berbagai kritik dari publik. Banyak orang menilai tindakan mempertemukan korban dengan tersangka adalah tindakan yang tidak etis, karena bisa memperburuk trauma yang dialami oleh korban. Menyusul kritik yang berkembang, pihak Polresta Kendari pun mengeluarkan pernyataan permohonan maaf kepada masyarakat.

“Atas nama pimpinan Polresta Kendari, kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait peristiwa yang saat ini menjadi perhatian di media sosial. Jika terdapat sikap atau tindakan anggota kami yang kurang tepat atau menyebabkan ketidaknyamanan, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya,” ungkap Kapolresta Kendari, Kombes Pol. Safi’i Nafsikin, dalam keterangan resminya yang diposting di akun Instagram resmi Polresta Kendari.

Polresta Kendari menekankan bahwa kritik dan perhatian dari masyarakat akan dijadikan bahan evaluasi bagi institusi. Proses evaluasi ini dilakukan untuk memperbaiki pelaksanaan tugas serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kami menghargai semua perhatian, kritik, dan masukan dari masyarakat. Peristiwa ini akan menjadi bahan evaluasi internal kami untuk senantiasa meningkatkan profesionalisme, disiplin, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” lanjut pernyataan tersebut.

Selain mengajukan permohonan maaf, Polresta Kendari juga menekankan pentingnya bagi setiap anggota untuk mengedepankan etika serta sikap humanis dalam menjalankan tugas mereka. Institusi kepolisian berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan demi mempertahankan kepercayaan masyarakat.

“Kami menegaskan bahwa setiap personel Polresta Kendari dalam melaksanakan tugas harus selalu menjunjung tinggi etika, profesionalisme, dan humanisme, serta mematuhi ketentuan yang berlaku. Kami berkomitmen untuk selalu melakukan perbaikan demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian,” tegas pernyataan resmi tersebut.

➡️ Baca Juga: Makanan Tradisional: Resep yang Tak Lekang oleh Waktu

➡️ Baca Juga: Media Belanda Sebut Ole Romeny Sebagai Kunci Kemenangan Timnas Indonesia, Bukan Beckham atau Zijlstra

Related Articles

Back to top button