happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

depo 10k depo 10k
bola

Kevin Diks Mengungkap Rivalitas Timnas Indonesia dan Malaysia yang Semakin Memanas

Kapten Timnas Indonesia, Kevin Diks, telah berbicara mengenai intensitas rivalitas antara Skuad Garuda dan Malaysia menjelang kompetisi FIFA ASEAN Cup 2026. Ia mengakui bahwa ketegangan di antara kedua tim telah menjadi sorotan, terutama menjelang pertandingan yang akan datang.

Sebagai pemain yang ditunjuk menggantikan Jay Idzes, Diks menyatakan bahwa ia telah mendengar tentang tingginya persaingan di wilayah ini. Namun, ia menegaskan bahwa fokus utama tim saat ini adalah untuk menghadapi laga perdana melawan Singapura sebelum memikirkan pertandingan melawan Malaysia.

“Pasti, saya sudah mendengar berbagai cerita tentang rivalitas ini. Namun, prioritas kami adalah menghadapi Singapura terlebih dahulu,” ungkap Kevin Diks usai sesi latihan di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, pada 22 September 2026.

Kevin Diks juga menyatakan bahwa diangkatnya ia sebagai kapten tim merupakan sebuah kehormatan yang sangat berarti. Dengan absennya Jay Idzes, Diks merasa timnya perlu bersatu dan mengambil tanggung jawab lebih besar untuk memimpin Skuad Garuda yang didominasi oleh pemain-pemain baru, termasuk dua penyerang baru, Mitchell Baker dan Luke Vickery.

Berbicara mengenai persaingan di Grup A, yang diisi oleh Singapura, Malaysia, dan Bangladesh, pemain yang bernaung di Borussia Monchengladbach ini berpendapat bahwa setiap lawan merupakan tim yang memiliki kualifikasi yang baik, sehingga pertandingan yang akan dihadapi dipastikan akan berlangsung kompetitif.

“Kami menyadari apa yang perlu kami lakukan. Kami memiliki misi yang jelas, serta pola pikir dan tujuan yang terfokus. Jadi, semuanya sudah jelas di depan kami. Tidak ada keraguan sedikit pun,” tegasnya dengan penuh percaya diri.

Menyikapi tekanan dan ekspektasi tinggi dari para penggemar sepak bola di tanah air, bek berusia 29 tahun ini mengaku tidak merasa terbebani. Pengalamannya bermain di tingkat tertinggi Eropa telah membantunya untuk mengelola tekanan baik di dalam maupun di luar lapangan.

“Tekanan adalah bagian dari sepak bola. Saya telah bermain dalam banyak pertandingan di Eropa yang penuh dengan tekanan, jadi bagi saya itu bukan masalah. Kami hanya fokus pada misi dan tujuan kami, dan itu yang terpenting,” tutup Kevin Diks dengan tegas.

➡️ Baca Juga: Manfaat Bermain untuk Anak yang Sering Tidak Disadari oleh Orang Tua dan Pentingnya Aktivitas Ini

➡️ Baca Juga: Dodhy Ingatkan Eks Kangen Band untuk Tidak Menyanyikan Lagu Ciptaannya Setelah Bubar

Related Articles

Back to top button