John Herdman Tanggapi Santai Suporter yang Teriakkan Nama STY Setelah Indonesia Imbang 0-0 Lawan Malaysia

Jakarta – Pelatih Tim Nasional Indonesia, John Herdman, mengimbau kepada para pemainnya untuk tetap tenang dan percaya pada proses yang sedang dijalani. Teriakan nama Shin Tae-yong (STY) dari tribun suporter Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) terdengar setelah peluit panjang dibunyikan, menandakan kekecewaan sebagian penonton atas hasil imbang 0-0 melawan Malaysia dalam pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung pada Senin (28/9/2026).
Mendengar sorakan itu, Herdman menyadari bahwa beberapa pemainnya menunjukkan reaksi emosional dan bahkan sempat berniat meninggalkan lapangan. Mereka merasa bahwa usaha keras yang telah dilakukan tidak mendapatkan apresiasi yang semestinya.
“Saya mengingatkan kepada pemain bahwa reaksi emosional tersebut muncul karena mereka merasa tidak dihargai,” ungkap John Herdman dalam pernyataannya, yang diambil dari kanal YouTube.
Melihat situasi yang semakin memanas di lapangan, Herdman langsung mengambil langkah untuk menenangkan para pemainnya, termasuk di antaranya adalah Calvin Verdonk dan Justin Hubner. Ia menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik dan mental, terutama di tengah padatnya jadwal pertandingan, agar tidak memicu reaksi berlebihan di hadapan publik.
“Saya memahami bahwa mereka baru saja mengeluarkan seluruh tenaga dan berjuang sekuat tenaga. Dalam kondisi kelelahan dan emosi yang meluap-luap, saya menyampaikan, ‘tetap tenang. Para suporter akan selalu mendukung kita. Proses ini membutuhkan waktu, dan saat inilah kalian akan dinilai’,” tegas Herdman.
Mantan pelatih Timnas Kanada itu menyadari dinamika emosi suporter yang membandingkan era kepelatihan dirinya dengan pencapaian Shin Tae-yong, termasuk kemenangan 4-1 atas Malaysia di Piala AFF 2020 dan keberhasilan lolos ke babak 16 besar Piala Asia 2023. Meski menghormati pencapaian pendahulunya, Herdman menegaskan bahwa fokusnya adalah meraih prestasi yang belum pernah diraih oleh Indonesia sebelumnya.
“Saya sangat menghargai pencapaian masa lalu, tetapi pada saat yang sama, kita belum pernah mengangkat trofi dalam sejarah kami. Belum banyak momen besar yang bisa dibanggakan,” kata Herdman.
Herdman berharap insiden ini dapat menjadi pelajaran berharga untuk mental bertanding para pemain Timnas Indonesia. Ia menegaskan pentingnya kebersamaan tim, agar tidak terpengaruh oleh tekanan eksternal, serta terus berkomitmen pada perkembangan Timnas Indonesia menuju target-target besar yang ingin dicapai di masa depan.
➡️ Baca Juga: Panduan Memilih Baju Badminton yang Nyaman, Menyerap Keringat, dan Fleksibel
➡️ Baca Juga: Kinerja Ekspor Batubara Indonesia Tertahan oleh Regulasi Baru




