uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

kpkgg
berita

Prabowo dan SBY: Seangkatan Akmil yang Membentuk Partai dan Menjadi Presiden

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto berbagi kenangan tentang masa-masanya di akademi militer (Akmil) bersama Presiden Ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Meskipun keduanya merupakan angkatan yang sama, SBY berhasil lulus lebih awal daripada Prabowo.

“Saya dan Pak SBY masuk Akmil pada tahun yang sama, namun beliau lulus lebih dahulu sebagai salah satu lulusan terbaik,” ungkap Prabowo dalam pidatonya pada acara perayaan HUT Ke-25 Partai Demokrat yang diselenggarakan di Indonesia Arena, Jakarta, baru-baru ini.

Prabowo mengungkapkan bahwa sejak awal, dia sudah melihat potensi luar biasa pada SBY sebagai taruna. Kemampuan dan dedikasi SBY selama masa pendidikan di Akmil menjadi salah satu alasan mengapa dia bisa meraih predikat sebagai lulusan terbaik.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyatakan rasa hormatnya dapat hadir di perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat sekaligus merayakan HUT ke-77 SBY, yang merupakan pendiri partai tersebut.

Prabowo kemudian mengaitkan perjalanan mereka di dunia militer dengan langkah keduanya untuk berkontribusi di bidang politik setelah menyelesaikan tugas di TNI. Keduanya telah mengambil jalan yang sama untuk melanjutkan pengabdian kepada bangsa.

“SBY pernah menjabat sebagai jenderal, dan saya pun demikian. Namun, kami berdua dididik dan dibesarkan sebagai tentara yang mengabdi kepada rakyat,” jelas Prabowo.

Menurutnya, pendidikan sebagai tentara rakyat memberikan pemahaman mendalam bahwa pengabdian kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama, termasuk dalam menjalani karier politik melalui sistem demokrasi yang ada.

Prabowo menilai SBY telah memberikan teladan yang baik dengan mengakhiri karier militernya, membangun partai politik, dan kemudian meminta dukungan dari masyarakat melalui pemilihan umum.

“Saya percaya bahwa meniru hal-hal yang baik itu diperbolehkan. Oleh karena itu, saya juga mendirikan partai dan meminta mandat dari rakyat,” ujarnya.

Prabowo mengingat perjalanan panjangnya dalam politik, di mana dia mengalami empat kali kegagalan sebelum akhirnya berhasil terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia. Di sisi lain, Partai Demokrat juga mengalami pasang surut, pernah berada di puncak kekuasaan, dan juga terdepak dari pemerintahan.

Menurut Prabowo, semua pengalaman tersebut merupakan bagian penting dari proses demokrasi di Indonesia, yang memungkinkan perubahan kekuatan politik tanpa mengorbankan persahabatan dan persatuan di antara para tokoh politik.

➡️ Baca Juga: Stasiun KRL Selesai Mei, Pramono: Akses ke JIS Jadi Lebih Mudah dan Efisien

➡️ Baca Juga: Bahlil Pastikan Keuntungan RI Terus Berlanjut Meski Impor Minyak dari AS Meningkat

Related Articles

Back to top button