Pemimpin Partai Yashar Gadi Eisenkot Mengungguli Netanyahu dalam Survei Calon PM Israel

Sebanyak 48 persen warga Israel menunjukkan preferensi mereka untuk memilih Gadi Eisenkot, pemimpin Partai Yashar, sebagai perdana menteri, mengungguli Benjamin Netanyahu yang hanya meraih 40 persen. Hasil jajak pendapat ini dirilis pada hari Jumat dan mencerminkan perubahan signifikan dalam dinamika politik Israel.
Survei yang dipublikasikan oleh harian Maariv mengindikasikan bahwa Eisenkot memiliki keunggulan dalam simulasi pemilihan langsung untuk jabatan perdana menteri, jika pemilihan Knesset dilakukan pada saat ini. Data ini memberikan gambaran tentang potensi pergeseran kekuasaan dalam pemerintahan Israel.
Mantan Perdana Menteri Naftali Bennett juga menunjukkan kinerja yang lebih baik daripada Netanyahu, dengan perolehan 44 persen, dibandingkan 41 persen untuk Netanyahu. Di sisi lain, Netanyahu masih berada di atas Avigdor Lieberman, yang mendapatkan 38 persen sementara Netanyahu meraih 42 persen.
Jajak pendapat ini dilakukan oleh Lazar Research dan Panel4All pada 16-17 September, melibatkan 4.089 responden. Margin kesalahan maksimum yang tercatat dalam survei ini adalah empat poin persentase, yang menunjukkan bahwa hasil ini dapat memberikan gambaran yang cukup akurat tentang preferensi pemilih saat ini.
Hasil survei menunjukkan bahwa koalisi yang dipimpin Netanyahu diprediksi akan memperoleh 50 kursi dalam pemilihan Knesset mendatang, sementara oposisi diperkirakan meraih 54 kursi. Ini adalah indikasi bahwa dukungan untuk pemerintah saat ini mungkin mulai menurun.
Partai-partai Arab diproyeksikan akan mendapatkan 12 kursi, sedangkan Partai Reservists-Economic diprediksi memperoleh empat kursi. Dengan total 120 kursi yang tersedia di Knesset, pembagian kursi ini penting untuk membentuk pemerintahan yang stabil.
Partai Yashar yang dipimpin oleh Eisenkot diperkirakan akan tetap menjadi partai terbesar dengan 23 kursi, sementara Likud yang dipimpin Netanyahu diprediksi meraih 18 kursi. Ini menunjukkan bahwa Eisenkot berhasil menarik perhatian pemilih dengan lebih efektif dibandingkan pemimpin partai lainnya.
Dalam survei tersebut, terdapat 38 daftar calon yang telah terdaftar untuk mengikuti pemilihan Knesset yang akan datang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 daftar diproyeksikan akan melewati ambang batas pemilu dan mendapatkan kursi di parlemen, menandakan kompetisi yang ketat di antara partai-partai politik.
Pembentukan pemerintahan di Israel membutuhkan dukungan dari minimal 61 anggota Knesset dari total 120 kursi yang ada. Dengan hasil survei ini, tampaknya ada peluang lebih besar bagi koalisi baru untuk terbentuk, tergantung pada hasil pemilihan yang akan datang.
Jajak pendapat ini dirilis hanya beberapa minggu sebelum pemilihan umum Israel yang dijadwalkan pada 27 Oktober. Waktu yang dekat ini dapat mempengaruhi strategi kampanye dari masing-masing kandidat yang bersaing.
Netanyahu saat ini telah memimpin pemerintahan Israel sejak akhir Desember 2022. Namun, masa kepemimpinannya tidak tanpa kontroversi, mengingat dia tengah menghadapi dakwaan korupsi yang dapat mempengaruhi citranya di mata publik.
Mahkamah Pidana Internasional telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu terkait tuduhan kejahatan perang dan pelanggaran hak asasi manusia di Jalur Gaza. Situasi ini semakin memperumit posisi politiknya, terutama menjelang pemilihan yang semakin dekat.
➡️ Baca Juga: Susunan Pemain Ajax Vs FC Sion di Leg 2 UEFA Conference League, Maarten Paes Kembali di Bangku Cadangan
➡️ Baca Juga: Perayaan Hari Bumi: Cara Merayakan dengan Bijak




