happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

depo 10k depo 10k
berita

Otak Pelarian 11 Tahanan Polres Kampar Ditangkap Setelah 16 Bulan Buron

Pelarian JA, salah satu dari sebelas tahanan yang melarikan diri dari sel Mapolres Kampar, Riau, akhirnya berhasil dihentikan. Setelah 16 bulan dalam pencarian intensif oleh pihak kepolisian, JA ditangkap di sebuah rumah warga yang terletak di Desa Pantai Cermin, Kecamatan Tapung.

Penangkapan JA dilakukan oleh tim Satreskrim Polres Kampar pada hari Jumat, 25 September 2026. Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa pria tersebut adalah otak dari pelarian massal sebelas tahanan yang terjadi pada Mei 2025.

Kepala Satreskrim Polres Kampar, Ajun Komisaris Polisi I Gede Yoga Eka Pranata, menyatakan bahwa JA ditangkap tanpa adanya perlawanan yang berarti.

“Tim kami bergerak dengan cepat, mengepung lokasi, dan berhasil mengamankan buronan yang selama 16 bulan menghilang tanpa perlawanan yang signifikan,” kata Yoga dalam keterangan yang diterima di Pekanbaru pada Rabu, 30 September 2026.

Lokasi penangkapan JA ternyata berdekatan dengan kampung halamannya di Desa Pancuran Gading, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar. Dalam pemeriksaan awal, JA mengungkapkan bahwa pelarian dari sel tahanan tersebut bukanlah sebuah tindakan yang dilakukan secara tiba-tiba.

Rencana pelarian ini sudah disiapkan sekitar sebulan sebelum sebelas tahanan melarikan diri. JA juga mengaku menerima bantuan berupa gergaji besi dari seorang individu berinisial GT.

Alat tersebut kemudian digunakan untuk memotong ventilasi besi sel tahanan. Setelah berhasil keluar dari sel, JA diduga mengambil sepeda motor milik orang lain yang digunakan untuk melarikan diri.

Setelah berhasil melarikan diri, polisi mencatat bahwa JA kemudian meninggalkan wilayah Kampar dan menuju Kota Palembang, Sumatera Selatan. Di kota tersebut, dia bertahan hidup selama beberapa bulan sebelum akhirnya kembali lagi ke Kabupaten Kampar.

“JA adalah otak utama dari kaburnya sebelas tahanan pada dini hari 14 Mei 2025. Selama enam belas bulan kami tidak pernah menghentikan pengejaran,” tambahnya.

Meskipun penangkapan JA merupakan langkah signifikan, penyelidikan polisi mengenai pelarian sebelas tahanan tersebut masih berlanjut. Penyidik kini tengah mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang membantu, termasuk individu berinisial GT yang diduga menyediakan gergaji besi tersebut.

“Penangkapan ini menunjukkan bahwa hukum tak mengenal kata terlambat. Seberapa jauh pun kalian berlari, dan berapa lama pun bersembunyi, nama kalian akan tetap ada dalam daftar pencarian, dan kami akan mencarimu,” tegasnya.

Polisi juga mengajak masyarakat untuk memberikan informasi jika mengetahui keberadaan buronan lainnya atau individu yang diduga terlibat dalam kasus ini.

➡️ Baca Juga: Erika Carlina Protes Penjualan Rumah Rachel Vennya Tanpa Izin yang Jelas

➡️ Baca Juga: Skill Operasional yang Tingkatkan Efisiensi Kerja dan Dapatkan Imbalan Tinggi dari Perusahaan

Related Articles

Back to top button