Dirjenpas Menanggapi Temuan Hunian Mewah dalam Lapas Cibinong secara Resmi

Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Mashudi memberikan tanggapan resmi terhadap penemuan hunian yang dilengkapi fasilitas mirip apartemen di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong. Temuan tersebut diungkap oleh Ombudsman pada Rabu lalu. Mashudi menjelaskan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim untuk melakukan pemeriksaan langsung di lokasi yang dimaksud. Tim tersebut terdiri dari Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Barat, Direktur Kepatuhan Internal, Direktur Intelijen, serta Kepala Lapas Cibinong.
“Tim telah bergerak sejak kemarin sore untuk melakukan pengecekan atas laporan dari Ombudsman mengenai adanya hunian yang mirip apartemen. Kami akan menunjukkan kepada mereka apa yang sebenarnya ada di sana,” ungkap Mashudi saat dihubungi di Jakarta pada Kamis, 24 September 2026.
Mashudi menjelaskan bahwa lokasi yang dikunjungi oleh Ombudsman RI mencakup rumah dinas untuk kepala lapas, rumah untuk kepala seksi, serta tempat asimilasi bagi warga binaan.
Warga binaan yang tinggal di rumah asimilasi ini adalah mereka yang sedang dalam proses persiapan untuk dibebaskan. Kegiatan mereka meliputi berbagai aktivitas pembinaan dan asimilasi yang bertujuan untuk mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat.
“Rumah asimilasi ini diperuntukkan bagi mereka yang bekerja di luar area lapas. Ketika mereka selesai bekerja, mereka bisa beristirahat di tempat tersebut. Asimilasi ini ditujukan untuk warga binaan yang akan segera bebas dan sedang menjalani program kerja,” jelasnya lebih lanjut.
Mashudi juga menambahkan bahwa di lokasi yang dikunjungi oleh Ombudsman, terdapat berbagai kegiatan asimilasi seperti budidaya magot, peternakan kambing, pertanian, perikanan, dan produksi air mineral.
“Semua warga binaan terlibat dalam kegiatan ini, dan tempat tersebut juga berfungsi sebagai lokasi transit dan istirahat. Jika mereka merasa lelah setelah bekerja, mereka bisa beristirahat di sana. Namun, di area tersebut juga terdapat rumah dinas untuk kepala lapas dan para kepala seksi,” jelasnya.
Sebagai langkah transparansi, Mashudi mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan klarifikasi terkait temuan Ombudsman dengan mengundang sejumlah wartawan untuk melihat langsung lokasi tersebut.
“Saya ingin bertanya, jika disebut sebagai apartemen, kira-kira seperti apa? Apartemen kan biasanya memiliki banyak lantai,” tegas Mashudi.
Menurutnya, hunian yang ditemukan oleh Ombudsman sebenarnya adalah area asimilasi.
Terkait dengan fasilitas yang berbeda dibandingkan dengan asimilasi di lapas lainnya, Mashudi menjelaskan bahwa setiap lapas memiliki karakteristik dan kreativitas masing-masing dalam menyediakan fasilitas asimilasi. Ia menekankan bahwa lokasi yang dilaporkan oleh Ombudsman berada dalam area yang sama dengan rumah dinas untuk kepala lapas dan para kepala seksi, serta tempat asimilasi.
➡️ Baca Juga: AHA Commerce Ekspansi ke Thailand untuk Terapkan Model E-Commerce Indonesia di Asia Tenggara
➡️ Baca Juga: Pasar Saham AS Menguat Didukung Inflasi Menurun dan Kinerja Laba Bank yang Kuat




