pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

depo 10k depo 10k
bisnis

LRT Jakarta Rute Manggarai-Kelapa Gading Perkuat Konektivitas dan Integrasi Kawasan secara Efektif

Jakarta – Rencana peluncuran operasi LRT Jakarta dengan rute Manggarai-Kelapa Gading dianggap sebagai langkah strategis dalam meningkatkan konektivitas sistem transportasi massal di Ibu Kota.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan bahwa kehadiran jalur ini tidak hanya menawarkan pilihan mobilitas baru bagi warga, tetapi juga berpotensi untuk memperkuat hubungan antara area pemukiman, pusat bisnis, lokasi komersial, dan berbagai fasilitas publik.

“Pengembangan sistem transportasi massal yang lebih terintegrasi sejalan dengan prinsip Transit Oriented Development (TOD), yang menempatkan transportasi publik sebagai bagian integral dari ekosistem perkotaan,” jelas AHY dalam pernyataannya, Selasa, 8 September 2026.

Pendekatan ini memungkinkan beragam aktivitas masyarakat, mulai dari tempat tinggal, pekerjaan, perdagangan, hingga akses ke fasilitas publik, terhubung dalam satu area yang lebih mudah dijangkau. AHY menekankan bahwa kota modern masa depan perlu menghadirkan ruang yang terintegrasi antara tempat tinggal, kawasan kerja, fasilitas publik, serta sistem transportasi yang memadai.

“Ini adalah visi masa depan kita. Kota-kota maju di seluruh dunia menunjukkan bahwa sebuah kota seharusnya produktif dan sehat, dengan fokus pada sistem transit yang saling terhubung,” tandas AHY.

Dia menambahkan, keberhasilan konsep TOD tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memerlukan perubahan perilaku masyarakat untuk lebih memilih transportasi publik yang aman dan nyaman. Pengembangan kawasan berbasis transit juga harus mempertimbangkan aspek ekonomi dan lingkungan agar kualitas hidup masyarakat dapat meningkat secara berkelanjutan.

“Hal ini sangat penting karena konsep TOD akan sangat efektif jika masyarakat memiliki pola pikir yang lebih memilih untuk menggunakan transportasi publik yang nyaman dan aman,” tambahnya.

Seiring dengan perkembangan tersebut, PT Summarecon Agung Tbk secara konsisten mengembangkan beberapa kawasan dengan pendekatan integrated township, yang menggabungkan hunian, fasilitas komersial, ruang publik, serta konektivitas dengan transportasi massal.

Presiden Direktur Summarecon, Adrianto P. Adhi, menyampaikan bahwa di Kelapa Gading, kawasan yang sedang dikembangkan oleh Summarecon telah terhubung dengan layanan LRT Jakarta melalui Stasiun Boulevard Utara Summarecon Mall.

Stasiun ini terhubung langsung dengan area komersial melalui jembatan penghubung sepanjang sekitar 120 meter, sehingga memudahkan masyarakat untuk berpindah dari transportasi publik menuju pusat aktivitas dengan lebih efisien.

➡️ Baca Juga: Persija Imbang 1-1 Melawan Dewa United di JIS, Jakmania Tuntut Mauricio Souza Mundur

➡️ Baca Juga: Manfaat Rapat Umum Pemegang Saham untuk Investor Ritel di Indonesia yang Perlu Diketahui

Related Articles

Back to top button