Iran Menyangkal Terlibat Insiden Flydubai, Sebut Operasi Ini Sebagai ‘False Flag

Insiden yang mengkhawatirkan terkait dengan penerbangan Flydubai rute Dubai menuju Tel Aviv pada Rabu yang lalu menarik perhatian dunia internasional. Pesawat dengan nomor penerbangan FZ1073, yang membawa 174 penumpang, terpaksa dialihkan dan mendarat di Arab Saudi setelah kopilot diduga menyerang pilot menggunakan kapak.
Peristiwa ini memunculkan spekulasi mengenai keterlibatan Iran. Tuduhan tersebut diungkapkan oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, serta Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mendapat dukungan dari Inggris dan sejumlah pihak lainnya.
Di tengah maraknya tudingan yang mengaitkan Iran dalam insiden tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, memberikan tanggapan. Ia dengan tegas membantah semua klaim tersebut, menyebutnya sebagai operasi ‘False Flag’, yaitu sebuah tindakan yang dirancang untuk menuduh pihak lain dengan bukti yang dianggapnya telah dipalsukan.
Baqaei menyatakan, “Ini hanyalah pengingat dari pengalaman yang telah disaksikan dunia dalam tujuh bulan terakhir.” Ia menyampaikan pernyataan ini dalam sebuah konferensi pers yang berlangsung pada hari Minggu, dengan mengutip laman berita Tasnim News.
Ia juga menekankan bahwa tuduhan terbaru terhadap Iran harus dilihat dalam konteks sejarah rezim Zionis dan beberapa negara Eropa yang, menurutnya, pernah melakukan operasi false flag untuk kepentingan politik mereka.
“Iran dituduh semata-mata berdasarkan bukti yang telah direkayasa,” tegasnya, menyoroti ketidakadilan yang dialami negara tersebut.
Baqaei juga merujuk pada tuduhan Inggris yang berkaitan dengan RAF Fairford serta pesawat yang dimiliki UEA sebagai contoh dari tuduhan yang tidak berdasar. Ia menyatakan bahwa bahkan anak-anak pun dapat melihat betapa tidak masuk akalnya tuduhan yang diarahkan kepada Iran.
Ia berpendapat bahwa rezim Israel dan beberapa negara Eropa yang mendukungnya tampaknya berusaha mengalihkan perhatian dari situasi di Gaza serta tindakan agresif mereka terhadap Iran. Sementara itu, mereka ingin menciptakan persepsi bahwa Iran merupakan ancaman bagi dunia.
“Ini adalah taktik yang sudah usang,” ungkapnya, menunjukkan ketidakpuasan terhadap pola tuduhan yang terus berulang.
Pernyataan Baqaei muncul setelah insiden pesawat Flydubai yang terbang dari Dubai menuju Tel Aviv dialihkan ke Arab Saudi pada 30 September. Pengalihan ini terjadi setelah kopilot pesawat tersebut diduga menyerang kapten dan berusaha mengambil alih kendali pesawat.
Syukurlah, para penumpang dan awak pesawat berhasil melumpuhkan kopilot tersebut, sehingga kru cadangan bisa menerbangkan dan mendaratkan pesawat dengan aman. Proses investigasi terhadap insiden ini masih berlangsung, dan perhatian publik tetap tertuju pada perkembangan selanjutnya.
➡️ Baca Juga: BYD Atto 1 Ambil Alih Posisikan Jaecoo J5 di Pasar Mobil Listrik
➡️ Baca Juga: Dapatkan Penghasilan Online dengan Menjadi Penguji Fitur Baru di Platform Beta Software




