Penyelam BSG Basarnas Berhasil Pecahkan Kaca KM Virgo Transport 8 untuk Cari Korban

Tim penyelam dari Basarnas Special Group (BSG) tengah menjalankan misi untuk mengevakuasi korban yang terperangkap di dalam KM Virgo Transport 8. Dalam proses pencarian yang berlangsung di bawah laut ini, para penyelam berhasil memecahkan kaca kapal, yang memberikan akses untuk menjelajahi bagian dalamnya.
Rekaman video yang beredar menunjukkan para penyelam BSG berada di sisi kapal yang terbenam. Mereka menggunakan peralatan khusus untuk membuka dan memecahkan bagian kaca kapal demi mendapatkan akses ke area yang lebih dalam.
Setelah kaca kapal berhasil dipecahkan, penyelam mulai berusaha untuk masuk melalui celah tersebut. Tujuan utama mereka adalah menemukan dan mengevakuasi korban yang diperkirakan masih terjebak di dalam kapal.
Dalam proses pencarian, terlihat bahwa penyelam mulai mengevakuasi korban. Ini merupakan bagian dari upaya yang lebih besar untuk mencari korban KM Virgo Transport 8 yang hingga saat ini masih hilang.
Sebelumnya, tim SAR telah mengerahkan penyelam untuk menyusuri bagian dalam kapal yang mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa. Pencarian di dalam bangkai kapal dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan para penyelam dan kondisi kapal yang tidak stabil.
Operasi pencarian untuk menemukan korban KM Virgo Transport 8 terus diperluas oleh tim SAR gabungan. Selain penugasan penyelam BSG Basarnas, pencarian juga melibatkan berbagai unsur terkait dengan dukungan dari kapal-kapal SAR yang ada.
Hingga saat ini, tim SAR masih berupaya keras untuk menemukan korban yang keberadaannya belum teridentifikasi setelah KM Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan saat dalam perjalanan menuju Banjarmasin.
Sebanyak 118 orang telah berhasil ditemukan dalam pencarian ini. Dari jumlah tersebut, 108 orang dinyatakan selamat, sementara 10 orang lainnya telah meninggal dunia.
Namun, masih terdapat 125 orang yang belum ditemukan dari total 243 penumpang yang terdaftar dalam manifes KM Virgo Transport 8. Kapal tersebut berangkat dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada 12 September 2026.
➡️ Baca Juga: Peredupan Sinar Matahari Sebagai Upaya Mengurangi Risiko El Niño Super
➡️ Baca Juga: Investor Kripto Dihimbau Waspadai Dinamika Pasar Meski Bitcoin Tembus US$80.000




