Tiga Petenis Indonesia Gagal Melaju di Kualifikasi M-15 Men’s World Tennis Championship 2026 Seri 5

Tiga petenis Indonesia harus mengakhiri harapan mereka untuk tampil di babak utama pada seri kelima M-15 Amman Mineral Men’s World Tennis Championship 2026.
Ketiga atlet tersebut adalah Ethan Jake Frans, Ethan David Zapp, dan Kareem Abdul Hakim, yang mengalami kekalahan pada putaran final kualifikasi yang berlangsung di Bali Beach Country Club, Nusa Dua, Bali, pada hari Minggu, 6 September 2026.
Kegagalan ini membuat Indonesia belum berhasil menambah wakil dari jalur kualifikasi ke babak utama turnamen yang menawarkan total hadiah sebesar US$20 ribu.
Meskipun hasil tersebut tidak sesuai harapan, upaya ketiga petenis Merah Putih ini tetap patut dihargai. Mereka menunjukkan semangat juang yang tinggi dan memberikan perlawanan sengit melawan lawan-lawan yang memiliki pengalaman serta peringkat ATP yang lebih baik.
Ethan David Zapp menjadi salah satu petenis Indonesia yang harus menghentikan langkahnya di babak kualifikasi.
Bertanding di Lapangan A, Bali Beach Country Club, petenis berusia 17 tahun ini tidak mampu mengatasi unggulan keempat asal India, Shanker Heisnam.
Ethan menyerah dalam dua set langsung dengan skor 2-6 dan 3-6 setelah pertarungan berlangsung selama 1,5 jam.
Hasil ini menjadi pukulan berat bagi Ethan, yang sebelumnya tampil sangat baik di seri keempat M-15.
Pada hari Sabtu, 5 September 2026, Ethan bersama rekannya, Falentino Ali Da Costa, berhasil mencapai final ganda putra dan meraih posisi runner-up.
Namun, di nomor tunggal, perjalanan Ethan harus terhenti setelah berhadapan dengan Shanker.
Kekalahan juga dialami oleh Ethan Jake Frans, yang merupakan petenis muda berbakat.
Putra dari mantan petenis putri Indonesia, Wyne Prakusya, ini harus mengakui keunggulan unggulan ketujuh asal Amerika Serikat, Stefan Menichella.
Walaupun baru berusia 14 tahun dan tampil perdana di level M-15, Ethan menunjukkan bahwa ia mampu memberikan perlawanan yang mengesankan.
Ia bahkan memaksa Menichella untuk bertanding selama 2 jam 4 menit sebelum akhirnya kalah dengan skor 7-6 (3) dan 6-3.
Menghadapi lawan yang memiliki postur, pengalaman, teknik, dan peringkat ATP yang lebih tinggi, Ethan tetap menunjukkan keberanian serta kualitas permainannya yang patut diacungi jempol.
Meski tidak berhasil melaju ke babak utama, Ethan merasa cukup puas dengan penampilannya.
Ia menilai pengalaman tersebut sangat berharga, karena memberi kesempatan untuk menguji kemampuannya melawan petenis di level yang lebih tinggi.
➡️ Baca Juga: Operasi Ketupat 2026: Pengelolaan Arus Mudik Lebaran dan Penurunan Kecelakaan Lalu Lintas
➡️ Baca Juga: Guardiola Mengatakan Rayan Cherki Memiliki Kesamaan dengan Sergio Aguero dalam Aspek Ini




