Pola modern pendekatan analisa terarah slot

Metode premium slot online untuk hasil stabil

Strategi terarah slot online untuk hasil optimal

Analisa kinerja pola modern slot online

Teknik unggulan analisa pola harian slot

Strategi rahasia slot online untuk performa optimal

Strategi maksimal analisa terkini slot online

Teknik unggulan slot online untuk kinerja

depo 10k depo 10k
berita

Iran Tuduh AS Manipulasi Pasar Energi Global untuk Keuntungan Pribadi Trump dan Rekan-rekan

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengklaim bahwa sejumlah pihak di dalam pemerintahan Amerika Serikat (AS) serta beberapa aktor yang bersekutu dengan Israel berupaya untuk memanipulasi pasar energi global dan memperpanjang konflik yang melibatkan Teheran.

Dalam pernyataannya yang disampaikan melalui platform media sosial X pada tanggal 30 Agustus 2026, Araghchi menyatakan, “Kami memiliki data intelijen yang menunjukkan adanya usaha signifikan untuk memanipulasi pasar energi.”

Araghchi menambahkan bahwa elemen-elemen dalam pemerintahan AS memanfaatkan “media yang mudah terpengaruh” untuk mempengaruhi harga energi demi keuntungan pribadi, yang pada gilirannya menjebak Presiden AS Donald Trump dalam sebuah “perang yang merugikan.”

Lebih lanjut, Araghchi menjelaskan bahwa aktor-aktor yang berafiliasi dengan Israel juga terus mendorong konflik melalui penilaian-penilaian yang tidak akurat.

Dia juga mencatat bahwa masyarakat di AS mulai merasakan dampak ekonomi dari tindakan tersebut. Namun, Araghchi tidak memberikan bukti konkret atau detail lebih lanjut untuk mendukung tuduhannya.

Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan yang meningkat antara AS dan Israel melawan Iran, yang telah berlangsung sejak 28 Februari 2026, dan telah memberikan dampak yang signifikan terhadap keamanan energi serta situasi maritim di kawasan tersebut.

Konflik ini berfokus di Selat Hormuz, sebuah jalur perairan strategis yang menjadi rute utama bagi sebagian besar pengiriman minyak dan gas alam cair di dunia.

Saat ini, Iran membatasi lalu lintas pelayaran di wilayah tersebut, sementara AS menerapkan blokade laut dan memperkuat sanksi ekonomi terhadap Teheran.

Iran dan AS sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada bulan Juni lalu untuk menghentikan permusuhan, yang mencakup ketentuan berkaitan dengan Selat Hormuz, pemulihan blokade laut oleh AS, serta penghapusan sanksi.

Teheran menegaskan bahwa normalisasi penuh navigasi di Selat Hormuz sangat bergantung pada komitmen Washington untuk menjalankan poin-poin yang telah disepakati dalam kesepakatan tersebut.

➡️ Baca Juga: Menteri LH Desak Penghentian Praktik Open Dumping Pasca Longsor Maut di Bantargebang

➡️ Baca Juga: Calon Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday: Apakah Italia Masuk Daftar?

Related Articles

Back to top button