Banjir Bandang Nepal-Tibet: 474 Korban Jiwa dan Ribuan Warga Hilang dari 30 Negara

Banjir bandang yang melanda kawasan perbatasan antara China dan Nepal pada Rabu, 26 Agustus lalu, telah mengakibatkan setidaknya 474 jiwa melayang dan lebih dari 1.500 orang dinyatakan hilang hingga pagi Jumat. Banyak dari korban tersebut merupakan warga negara asing yang tengah berada di area terdampak.
Sebagian besar korban diketahui sedang bekerja di wilayah tersebut, ada pula yang sedang melakukan trekking dengan pemandu atau berziarah ke tempat suci bagi umat Hindu. Menurut laporan dari AP News pada Jumat, 28 Agustus 2026, ribuan orang telah berhasil dievakuasi, sementara yang terluka segera dirawat di rumah sakit di ibu kota Nepal, Kathmandu.
Angka orang yang masih hilang akibat bencana ini dapat mengalami perubahan seiring berjalannya proses pencarian dan penyelamatan, serta perbedaan dalam metode pengumpulan dan verifikasi data oleh lembaga terkait.
Berikut adalah kondisi terkini di beberapa negara yang terkena dampak:
Nepal
Otoritas penanggulangan bencana Nepal melaporkan pada Jumat pagi bahwa jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 469 orang, dengan 977 orang masih dalam status hilang. Mereka juga menyatakan bahwa sebanyak 3.253 orang telah dievakuasi menggunakan helikopter. Lebih dari 150 korban yang mengalami luka-luka telah dilarikan ke rumah sakit di Kathmandu serta di distrik Rasuwa, Nuwakot, dan Dhading.
Laporan lokal yang mengutip Pusat Operasi Darurat Nasional pada Kamis menyebutkan bahwa orang-orang yang masih hilang terdiri dari 113 wisatawan Nepal, 85 anggota militer dan kepolisian, serta 161 warga dari Distrik Rasuwa dan satu orang dari Distrik Nuwakot.
China
Media resmi China melaporkan pada Jumat bahwa setidaknya lima orang telah kehilangan nyawa dan 558 orang masih dinyatakan hilang di Kabupaten Gyirong, Tibet. Stasiun televisi pemerintah, CCTV, menyebutkan bahwa 260 dari 558 orang yang hilang tersebut adalah warga negara asing. Selain itu, hampir 100 warga negara China juga dilaporkan hilang di wilayah Nepal, menurut Kementerian Luar Negeri China.
India
Kementerian Luar Negeri India menginformasikan bahwa 288 warganya masih belum dapat dihubungi. Di antara mereka, terdapat 73 orang yang terlibat dalam proyek pembangkit listrik. Pejabat Nepal menyatakan bahwa banyak wisatawan asal India berada di kawasan tersebut untuk berziarah ke Gunung Kailash di Tibet, yang merupakan tempat suci bagi umat Hindu.
➡️ Baca Juga: Purbaya Paparkan Program Strategis Setiap Sektor Terkait RAPBN 2027 kepada Fraksi DPR
➡️ Baca Juga: 8 Kontribusi Nyata BRI untuk Indonesia yang Merdeka Selama 81 Tahun




