10.000 Personel Gabungan Dikerahkan untuk Memadamkan Karhutla di Kalimantan Tengah

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) telah mengambil langkah signifikan dalam menghadapi risiko kebakaran hutan dan lahan yang semakin mengkhawatirkan. Gubernur Agustiar Sabran secara resmi mengumumkan pengerahan 10 ribu personel gabungan, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan relawan, untuk memperkuat upaya pemadaman serta pencegahan karhutla di seluruh wilayah Kalteng.
Langkah besar ini mencerminkan keseriusan Pemprov Kalteng dalam melindungi masyarakat, lingkungan, dan ekosistem alam Bumi Tambun Bungai dari dampak negatif yang ditimbulkan oleh asap dan kebakaran lahan.
“Penanganan karhutla bukanlah tugas yang bisa dilakukan secara individual. Pengiriman relawan dari berbagai elemen masyarakat ini menunjukkan komitmen bersama untuk menghadapi tantangan karhutla dan keluar dari situasi ini sebagai pemenang,” ungkap Agustiar Sabran kepada awak media, pada Kamis 3 September 2026.
Gubernur menginformasikan bahwa 10 ribu personel yang terlibat adalah gabungan ASN dari Pemprov, kabupaten/kota, serta anggota TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan relawan dari komunitas serta lembaga pendidikan. Mereka akan ditempatkan di berbagai titik rawan di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah.
Para relawan yang dikerahkan tidak hanya terlibat langsung dalam pemadaman kebakaran. Beberapa di antara mereka juga memiliki tugas untuk menyiapkan posko siaga, dapur umum, layanan kesehatan, serta logistik untuk memastikan bahwa petugas dan masyarakat yang terdampak mendapatkan dukungan yang memadai.
Dalam kesempatan tersebut, Agustiar Sabran memberikan penghargaan kepada seluruh relawan yang dengan sukarela terjun ke lapangan. Ia menyebut para relawan ini sebagai “pahlawan asap” yang bekerja tanpa pamrih untuk menciptakan Kalimantan Tengah yang lebih baik.
“Ini bukanlah perintah dari atas, melainkan panggilan hati. Saya mengajak seluruh ASN dan relawan untuk bergandeng tangan bersama masyarakat. Kita harus menjaga hutan kita dan melindungi rumah kita bersama-sama,” tegas Agustiar.
“Saya menyadari bahwa ini adalah sebuah tantangan berat. Panas, asap, dan jarak dari keluarga adalah hal yang harus dihadapi. Namun, percayalah bahwa setiap tetes keringat yang kita curahkan hari ini adalah investasi untuk udara bersih yang akan dinikmati oleh anak-anak kita di masa depan,” tambahnya.
Pemprov Kalteng juga melakukan koordinasi secara intensif dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan penanganan karhutla berjalan cepat dan efektif tanpa tumpang tindih. Gubernur menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor ini sangat penting demi masa depan generasi penerus di Kalimantan Tengah.
➡️ Baca Juga: Psikologi Uang: Alasan Mengapa Kita Sulit Mengendalikan Kebiasaan Belanja
➡️ Baca Juga: Dukung Kebijakan Pemerintah: Tidak Ada Kenaikan Harga BBM Subsidi yang Perlu Diperhatikan




