Kim Jong Un Dikabarkan Meninggal Dunia Akibat Pendarahan Otak yang Parah

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, dilaporkan telah meninggal dunia karena mengalami pendarahan otak yang parah. Berita ini menyebar dengan cepat ke berbagai belahan dunia, memicu perhatian internasional.
Menurut informasi yang dirilis oleh New York Post, yang mengutip laporan dari The Sun dan Daily Express, kabar mengenai kondisi kesehatan Kim Jong Un mulai beredar luas di internet pada Selasa, 20 Oktober. Rumor tersebut mengisahkan bahwa Kim mengalami pendarahan otak yang serius dan sempat dilarikan ke Beijing, China, tetapi akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Beberapa laporan menyebutkan bahwa jenazah Kim dikembalikan secara diam-diam ke Korea Utara. Dalam situasi ini, adiknya, Kim Yo-jong, yang menjabat sebagai Wakil Direktur Departemen Partai Buruh Korea, diduga telah mengambil alih kepemimpinan negara tersebut.
Sumber utama dari rumor ini adalah Xie Wanjun, seorang aktivis asal China yang saat ini tinggal di Amerika Serikat. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh yang terlibat dalam gerakan demokrasi Tiananmen pada tahun 1989 dan mengklaim dirinya sebagai pemimpin Partai Demokrasi China.
Xie menyatakan melalui akun media sosialnya pada 18 Oktober bahwa tim medis dari Rumah Sakit Peking Union Medical College telah dikirim ke Korea Utara pada 17 Oktober untuk memberikan perawatan kepada Kim Jong Un.
Ia menambahkan bahwa Kim kemudian dibawa ke Beijing karena fasilitas medis di Korea Utara yang dinilai tidak memadai. Namun, kabar tersebut menyebutkan bahwa Kim Jong Un meninggal dunia karena terlambat mendapatkan perawatan yang diperlukan. Xie juga mengklaim bahwa pemerintah Korea Utara berupaya menutupi informasi mengenai kematian pemimpinnya.
Xie juga mengungkapkan bahwa China telah mengerahkan 9.000 personel militer ke Pyongyang untuk mengantisipasi potensi kekacauan akibat perebutan kekuasaan. Namun, ia tidak memberikan bukti yang bisa diverifikasi, seperti catatan medis atau kesaksian dari saksi mata, untuk mendukung klaimnya.
Pada tanggal 20 Oktober, Xie kembali menyatakan bahwa Kim Yo-jong, bukan putrinya yang bernama Kim Ju-ae, yang sebenarnya memegang kekuasaan. Ia juga menyebutkan bahwa Kim Yo-jong sedang mempersiapkan siaran peringatan yang ditujukan kepada Korea Selatan, serta mempertimbangkan rencana untuk meningkatkan kemampuan serangan taktis.
Di tengah beredarnya rumor mengenai kematian Kim Jong Un, media pemerintah Korea Utara merilis foto-foto yang menunjukkan aktivitas publik sang pemimpin. Melalui laporan dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), pada 20 Oktober diberitakan bahwa Kim mengunjungi Pameran Pakaian dan Alas Kaki Nasional 2026 di Pyongyang sehari sebelumnya, didampingi oleh istrinya, Ri Sol Ju, serta putrinya, Kim Ju-ae.
➡️ Baca Juga: EV Mogok di Jalan Tol saat Mudik, Siapa yang Akan Membantu? Ini Penjelasan dari MG
➡️ Baca Juga: Jadwal SIM Keliling Sabtu 29 Agustus 2026 dan Lokasi di Jakarta, Bogor, Bandung




