Imelda: Perempuan Tuli Sukses Menjadi Driver Ojol Sambil Mengasuh Anak dengan Semangat

Imelda Situmorang, seorang perempuan berusia 36 tahun, berhasil menemukan keseimbangan antara pekerjaan dan tanggung jawab keluarga. Bagi banyak orang, menggabungkan kedua aspek ini seringkali menjadi tantangan yang berat. Namun, Imelda menunjukkan bahwa dengan tekad dan pilihan yang tepat, keduanya bisa berjalan beriringan.
Sebagai seorang ibu sekaligus perempuan tuli, Imelda membutuhkan pekerjaan yang tidak hanya memberikan penghasilan, tetapi juga memberikan fleksibilitas agar dia dapat tetap mengurus keluarganya. Ini adalah kebutuhan yang sangat penting bagi Imelda untuk menjalani kehidupan sehari-harinya.
Sejak November 2025, Imelda memutuskan untuk menjadi driver ojek online. Pilihan ini membuktikan sangat tepat karena memberikan fleksibilitas yang ia butuhkan, memungkinkan dia untuk menyesuaikan waktu kerja dengan tanggung jawabnya sebagai seorang ibu.
“Menjadi driver atau Mitra Grab memberikan kebebasan untuk mengatur waktu kerja saya sendiri. Saya biasanya bekerja di sekitar Bekasi, agar bisa dekat dengan anak saya yang ada di rumah,” ungkap Imelda dalam keterangannya.
Imelda dan suaminya, yang juga berprofesi sebagai driver ojol, saling mendukung dengan mengatur waktu dan wilayah kerja mereka. Dengan cara ini, mereka bisa bergantian menjalankan tanggung jawab keluarga tanpa mengorbankan pekerjaan masing-masing.
Perubahan besar dalam hidup Imelda dimulai dari kebutuhan akan waktu yang lebih fleksibel. Sebelum terjun menjadi driver ojek online, ia bekerja selama tiga tahun di sebuah minimarket di Bandung dengan jam kerja yang telah ditentukan.
Setelah menikah, pindah ke Bekasi, dan menjadi seorang ibu, Imelda menyadari pentingnya memiliki pekerjaan yang memungkinkan dia untuk membagi waktu antara mencari nafkah dan mendampingi keluarganya.
Melalui Komunitas Ojol Tunarungu Indonesia (KOTRI), Imelda mendapatkan informasi mengenai peluang untuk menjadi driver ojol. Dengan sepeda motor yang diberikan oleh suaminya, ia pun mendaftar untuk bergabung.
Sejak bergabung dengan profesi ini, Imelda terbiasa bekerja di sekitar wilayah Bekasi. Hal ini memudahkan dia untuk tetap dekat dengan anaknya saat bekerja.
Bagi Imelda, keputusan untuk menjadi driver ojol bukan hanya soal mendapatkan pekerjaan. Ia memiliki keyakinan bahwa meskipun ia seorang perempuan tuli, hal itu tidak membatasi peluangnya untuk tetap produktif dan mandiri.
“Saya sebelumnya tidak pernah membayangkan bahwa seorang tuli bisa menjadi pengemudi ojek online. Namun, di Grab, saya menemukan ruang bagi pengemudi tuli untuk berkarya,” tambahnya.
Sebagai driver ojol, Imelda mengandalkan komunikasi yang efektif melalui tulisan dan gestur. Hal ini membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang untuk menjalani karir yang sukses.
Dengan semangat dan dedikasi, Imelda menunjukkan bahwa menjadi seorang perempuan tuli driver ojol bukan hanya sekadar pekerjaan, tetapi juga sebuah pernyataan kekuatan dan keberanian. Ia adalah contoh nyata bahwa dengan keputusan yang tepat, seseorang dapat mencapai keseimbangan antara karir dan kehidupan keluarga.
Imelda menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang mungkin merasa terhalang oleh kondisi fisik. Keberhasilannya membuktikan bahwa peluang selalu ada, jika kita mau berusaha dan tidak menyerah pada tantangan yang ada.
Dengan dukungan komunitas dan keluarganya, Imelda terus berkembang dalam pekerjaannya. Ia tidak hanya mengandalkan keterampilan mengemudi, tetapi juga kemampuan interpersonal yang membuatnya dapat berinteraksi dengan penumpang dengan baik.
Keberadaan perempuan tuli di sektor pekerjaan seperti ini menunjukkan bahwa dunia kerja semakin inklusif. Imelda adalah contoh bahwa semua orang, terlepas dari kondisi fisik mereka, dapat berkontribusi secara signifikan dalam masyarakat.
Melalui pengalaman Imelda, kita belajar bahwa tantangan yang dihadapi oleh perempuan tuli tidak harus menjadi penghalang. Sebaliknya, tantangan tersebut bisa menjadi motivasi untuk meraih keberhasilan yang lebih besar.
Imelda telah membuktikan bahwa dengan tekad dan semangat, kita bisa menciptakan ruang bagi diri kita sendiri dalam dunia yang kadang terasa tidak ramah. Ia adalah simbol kekuatan, keberanian, dan semangat juang yang patut dicontoh oleh banyak orang.
➡️ Baca Juga: Strategi Efektif Menghadapi Fluktuasi Harga Saham di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
➡️ Baca Juga: Pemda Diharap Kembangkan Ketangguhan Bencana dengan Responsif dan Antisipatif




