Super scatter mengusung konsep grafis dinamis dengan tampilan modern

PGSoft berikan bagi-bagi bonus cosmic lightning parade dengan sensasi baru

Super scatter bagikan hadiah kemerdekaan scatter prosper adventure dengan peluang menarik

Transformasi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi evolusi big data berbasis ai

Starlight princess menggabungkan unsur bintang dan fantasi

Starlight princess dan perjalanan popularitasnya di komunitas mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus eternal lightning parade dengan sensasi baru

Ulasan slot online playtech dengan variasi pola dan server teruji

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus zeus star adventure dengan hadiah berlimpah

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden glory adventure dengan hadiah berlimpah

Super scatter hadirkan bagi-bagi kejutan lucky jewel path dengan hadiah melimpah

Super scatter mengusung tampilan cerah dengan konsep grafis yang dinamis

Starlight princess menyuguhkan pemandangan galaksi dengan gaya fantasi

Ulasan teknis mengapa game grid sangat populer

PGSoft berikan bagi-bagi bonus ruby lightning parade dengan sensasi baru

Wild Bounty hadirkan bagi-bagi kejutan lucky glory parade dengan kejutan istimewa

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden star adventure dengan hadiah berlimpah

Wild Bandito dan pengalaman bermain yang dibagikan komunitas mbg

depo 10k depo 10k
berita

Kemenag Rilis Panduan Takbiran Nyepi di Bali, Larangan Pengeras Suara Ditegaskan

Kementerian Agama telah mengeluarkan sebuah panduan terkait perayaan Hari Raya Nyepi yang jatuh pada tanggal 19 Maret 2026, bertepatan dengan malam takbiran Idul Fitri 1447 Hijriah. Salah satu poin penting dari panduan ini adalah bahwa umat Islam diperkenankan untuk melaksanakan takbiran tanpa menggunakan pengeras suara.

Panduan ini disusun setelah dilakukan koordinasi yang intensif antara Kementerian Agama dengan pemerintah daerah, tokoh agama, serta tokoh masyarakat yang ada di Bali.

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama, Thobib Al Asyhar, menjelaskan bahwa sejak awal pihaknya telah berupaya untuk berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan tokoh-tokoh agama di Bali. Ia menegaskan bahwa jika kedua perayaan tersebut bertepatan, keduanya masih bisa dirayakan dengan saling menghormati dan memahami satu sama lain.

Thobib menambahkan bahwa panduan ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa kedua perayaan keagamaan dapat berlangsung dengan baik, tetap menjunjung tinggi toleransi dan saling menghormati, serta menjaga harmoni dalam kehidupan beragama di Bali.

Dalam panduan lengkapnya, terdapat beberapa ketentuan yang harus dipatuhi. Pertama, umat Islam diperbolehkan untuk melaksanakan takbiran di masjid atau mushala terdekat dengan berjalan kaki, tanpa pengeras suara, serta dilarang menggunakan petasan atau bunyi-bunyian lainnya. Penerangan yang digunakan juga sebaiknya dalam jumlah yang wajar, dan kegiatan ini berlangsung mulai pukul 18.00 WITA hingga 21.00 WITA.

Kedua, pengamanan dan ketertiban selama pelaksanaan takbiran menjadi tanggung jawab masing-masing pengurus masjid atau mushala. Mereka diharapkan tetap berkoordinasi dengan aparat keamanan yang ada di daerah setempat untuk menjaga keamanan.

Selain itu, semua pihak seperti Prajuru Desa Adat, Pengurus Masjid atau Mushola, Pecalang, Linmas, dan aparat desa atau kelurahan diharapkan untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan Nyepi serta kegiatan takbiran. Kerjasama sinergis dengan aparat keamanan juga ditekankan untuk menjaga suasana yang kondusif.

Thobib menegaskan bahwa panduan ini berlaku khusus untuk Bali dan hanya diterapkan jika malam takbiran bertepatan dengan Hari Raya Nyepi. Beliau juga mengingatkan agar tidak ada yang menyebarkan informasi yang menyesatkan dengan mengklaim bahwa panduan ini berlaku untuk semua daerah.

Panduan ini termaktub dalam Seruan Bersama yang ditandatangani oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bali, Ida Pengelingsir Agung Putra Sukahet; Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bali, I Gusti Made Sunartha; Kepala Kepolisian Daerah Bali, Inspektur Jenderal Polisi Daniel Adityajaya; Komandan Korem 163/Wira Satya, Brigadir Jenderal TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra; serta Gubernur Bali, Wayan Koster.

➡️ Baca Juga: Periksa Mobil Listrik Sebelum Mudik: Minim Komponen Bukan Alasan Abaikan Cek!

➡️ Baca Juga: Tips Memilih Produk Perawatan Tubuh Yang Bebas Dari Bahan Kimia Berbahaya

Related Articles

Back to top button