Kopasgat TNI AU Lakukan Evakuasi Terhadap 8 Korban Helikopter Jatuh di Sekadau Kalbar

Pasukan Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) TNI Angkatan Udara, bersinergi dengan tim Basarnas, berhasil melakukan evakuasi terhadap delapan korban dari insiden jatuhnya helikopter Airbus H130 PK-CFX di kawasan hutan Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat pada hari Jumat, 17 April 2026.
Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana, selaku Kepala Dinas Penerangan TNI AU, mengungkapkan dalam konferensi pers di Jakarta bahwa proses evakuasi berlangsung pada hari kedua operasi pencarian dan pertolongan, di mana tim gabungan bekerja sama untuk menyelamatkan korban.
Dalam upaya evakuasi tersebut, TNI AU juga mengerahkan helikopter sebagai sarana transportasi untuk mencapai lokasi jatuhnya helikopter. Ini menunjukkan komitmen tinggi mereka dalam melaksanakan misi kemanusiaan.
Setelah delapan jenazah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian, personel TNI AU segera membawa mereka ke tempat yang lebih sesuai untuk penanganan selanjutnya. Proses ini dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan rasa hormat terhadap korban.
“Seluruh jenazah telah tiba di Lanud Supadio untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan,” jelas I Nyoman, menekankan pentingnya prosedur yang aman dalam proses evakuasi ini.
I Nyoman menambahkan bahwa keberhasilan evakuasi ini adalah hasil dari koordinasi yang sangat baik antara TNI AU, Basarnas, serta semua pihak yang terlibat dalam operasi pencarian dan penyelamatan. Kerjasama ini sangat krusial dalam menghadapi situasi darurat seperti ini.
Dia juga menyampaikan bahwa pencapaian ini menunjukkan bahwa TNI AU memiliki komitmen yang kuat dalam menjalankan misi kemanusiaan dan operasi militer di luar konteks perang, sebuah nilai yang sangat penting dalam tugas mereka.
“Kami mengoptimalkan semua sumber daya yang ada di TNI AU, baik dari segi udara maupun personel di lapangan, untuk mendukung proses evakuasi ini,” ungkapnya, menunjukkan betapa seriusnya angkatan udara dalam menjalankan tugas mulia ini.
Sebagai informasi tambahan, helikopter tersebut dilaporkan hilang kontak pada hari Kamis, 16 April. Di dalam helikopter itu terdapat delapan orang, yang terdiri dari Kapten Marindra W sebagai pilot, Harun Arasyd sebagai co-pilot, serta enam penumpang yang masing-masing adalah Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito.
➡️ Baca Juga: Kisah Sukses Berkat Kesehatan Mental: Inspirasi Hidup Sehat
➡️ Baca Juga: Isyana Sarasvati Diduga Terlibat Sekte Satanik Akibat Simbol Mata Satu




