Krisjiana Jelaskan Alasan Vasektomi yang Mengharukan Setelah Isu Selingkuh Muncul

Kehidupan pasangan selebritas Krisjiana Baharudin dan Siti Badriah sempat menjadi sorotan publik setelah munculnya isu perselingkuhan yang menimpa mereka. Kabar ini menarik perhatian, mengingat keduanya dikenal sebagai pasangan yang aktif membagikan momen kebersamaan di media sosial, sehingga setiap perubahan dalam kehidupan mereka selalu menjadi topik hangat.
Di tengah guncangan tersebut, Krisjiana Baharudin mengambil langkah besar yang berkaitan dengan masa depan keluarganya. Ia memutuskan untuk menjalani vasektomi setelah berdiskusi dengan Siti Badriah dan sepakat bahwa mereka tidak akan menambah anggota keluarga lagi.
Melalui akun media sosialnya, Krisjiana mengungkapkan keputusan tersebut. Bagi dia, vasektomi lebih dari sekadar metode kontrasepsi; hal ini adalah bentuk tanggung jawab sebagai seorang suami terhadap keluarganya.
Krisjiana menjelaskan bahwa ia telah melihat bagaimana beratnya perjuangan yang harus dilalui seorang perempuan selama kehamilan dan dalam proses membesarkan anak. Oleh karena itu, ia tidak ingin beban terkait keputusan memiliki anak diambil sepenuhnya oleh istrinya.
“Saya memutuskan untuk menjalani vasektomi. Kadang para suami lupa bahwa di balik kehadiran seorang anak, ada banyak perjuangan yang dihadapi istri,” ungkap Krisjiana dalam sebuah video di Instagramnya pada 17 September 2026.
Pernyataan ini mencerminkan alasan pribadi di balik keputusan Krisjiana. Ia teringat akan berbagai perubahan fisik dan tantangan yang dialami Siti Badriah ketika mengandung dan melahirkan anak-anak mereka.
“Selama sembilan bulan, dia membawa kehidupan di dalam tubuhnya. Menghadapi mual, kelelahan, perubahan fisik, hingga sakit saat melahirkan. Setelah itu, masih ada proses menyusui, begadang, dan pengorbanan lainnya demi keluarga,” lanjutnya menjelaskan.
Menurut Krisjiana, keputusan untuk tidak menambah anak merupakan kesepakatan yang harus dihormati. Ia berpendapat bahwa sebagai suami, tidak seharusnya ia mengambil keputusan sepihak mengenai tubuh dan kehamilan istrinya.
“Oleh karena itu, ketika kami berdua sepakat bahwa keluarga kami sudah lengkap, saya menyadari satu hal penting. Saya tidak berhak memaksa istri untuk hamil lagi,” tegasnya.
“Saya juga tidak berhak menentukan apa yang seharusnya ia lakukan dengan tubuhnya. Itu adalah haknya, dan dia berhak memilih apakah ingin hamil lagi atau tidak,” tambah Krisjiana dengan tegas.
➡️ Baca Juga: Game Gratis Baru di Steam: Jelajahi Dunia Petualangan yang Luas dan Menarik
➡️ Baca Juga: Peluang Menarik bagi Pemburu Mobil Bekas untuk Mendapatkan Penawaran Terbaik




