KSP Qodari Laksanakan Cek Kesehatan Gratis, Temukan 6,3% Anak Mengalami Depresi

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Muhammad Qodari, mengungkapkan bahwa sekitar 70 juta orang telah berpartisipasi dalam program cek kesehatan gratis (CKG). Hasil dari program ini menunjukkan adanya masalah kesehatan yang signifikan di kalangan anak-anak usia sekolah, termasuk masalah kesehatan mental seperti depresi.
Menurut Qodari, dalam kelompok usia anak sekolah, masalah kesehatan yang paling sering terjadi berkaitan dengan gaya hidup dan kurangnya perawatan kebersihan dasar. Data menunjukkan bahwa 60,7 persen anak mengalami kurangnya kebugaran fisik, 47,2 persen menderita karies gigi, dan 27,5 persen mengalami anemia. Di sisi lain, kesehatan mental juga menjadi perhatian dengan 6,3 persen anak terdeteksi mengalami depresi.
Untuk kelompok usia dewasa, Qodari menjelaskan bahwa tantangan kesehatan yang paling mendominasi diakibatkan oleh kurangnya aktivitas fisik. Ini mencakup masalah yang lebih serius seperti kolesterol tinggi dan hipertensi.
Lebih lanjut, ia menjelaskan mengenai risiko kesehatan yang terkait dengan masalah kolesterol, di mana 44 persen individu berisiko mengalami penyakit kardiovaskular dan stroke. Selain itu, lingkar perut yang berada di atas batas normal tercatat mencapai 31 persen, sementara 18,1 persen lainnya mengalami hipertensi.
Qodari juga menyoroti temuan menarik mengenai kesehatan wanita dewasa, di mana 24,8 persen di antara mereka menderita anemia. Temuan ini menandakan perlunya perhatian khusus terhadap kesehatan wanita, terutama yang berada dalam kelompok usia produktif.
Di sisi lain, Qodari menjelaskan bahwa program cek kesehatan gratis ini direncanakan untuk menjangkau 200 juta orang selama periode 2025-2026. Hingga Maret 2026, tercatat sudah ada 13,8 juta pendaftar yang mengikuti program ini.
Pada awal tahun 2026, dari Januari hingga Februari, program CKG telah melayani 10.563.593 peserta di 9.543 Puskesmas yang tersebar di 514 kabupaten dan kota. Dari jumlah tersebut, sebanyak 714.808 peserta, atau sekitar 8,6 persen, telah menerima pengobatan. Sementara itu, lebih dari 7,5 juta peserta lainnya masih dalam proses tindak lanjut oleh Kementerian Kesehatan.
➡️ Baca Juga: Tanpa MagSafe, 3 Cara Nempelkan iPhone 15 di Mobil Cuma Pakai Casing Biasa
➡️ Baca Juga: Apa Sebenarnya Maksud Ayat Tersebut? Penjelasan Terbaru




