Fitch Turunkan Proyeksi Rating Utang RI ke Negatif, Kemenkeu: Ekonomi RI Masih Positif

Jakarta – Kementerian Keuangan memberikan respon terhadap keputusan Fitch Ratings, yang telah menyesuaikan proyeksi (outlook) rating utang Indonesia dari stabil menjadi negatif pada Rabu, 4 Maret 2026.
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Deni Surjantoro, menegaskan bahwa pondasi ekonomi Indonesia yang kuat, disiplin fiskal yang terjaga, serta kelanjutan reformasi struktural menunjukkan bahwa perekonomian nasional berada pada jalur yang positif dalam memperkuat pertumbuhan dan ketahanan ekonomi jangka menengah.
Menurut Deni, pemerintah memiliki komitmen yang kuat untuk menjaga stabilitas makroekonomi, melanjutkan disiplin fiskal sesuai dengan undang-undang yang berlaku, dan menciptakan iklim usaha yang lebih baik. Hal ini disampaikan dalam keterangannya pada Rabu, 4 Maret 2026.
Deni menjelaskan bahwa upaya untuk meningkatkan iklim usaha mencakup langkah-langkah debottlenecking dan deregulasi, yang bertujuan mempercepat investasi dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Serta memperkuat reformasi struktural demi peningkatan ketahanan ekonomi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Deni menyampaikan bahwa sejumlah upaya perbaikan yang telah dilakukan menunjukkan hasil yang positif. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat tinggi, mencapai 5,39 persen pada kuartal IV-2025, dan berbagai indikator utama aktivitas ekonomi di awal tahun 2026 juga menunjukkan adanya momentum perbaikan.
Indikator-indikator tersebut meliputi indeks kepercayaan konsumen, purchasing manager’s index, konsumsi listrik di sektor bisnis dan industri, serta penjualan kendaraan bermotor, baik mobil maupun sepeda motor.
“Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan koordinasi lintas sektor agar momentum pertumbuhan ekonomi tetap terjaga dalam jangka menengah, sambil tetap mempertahankan stabilitas,” ungkap Deni.
Deni juga menambahkan bahwa kolaborasi dengan Danantara semakin diperkuat melalui investasi strategis di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun, fokus utama tetap pada pencapaian profit yang berkelanjutan, termasuk mendorong investasi swasta yang memiliki nilai tambah tinggi.
“Tata kelola dan operasional Danantara dijaga agar tetap kredibel dengan risiko yang terukur, sehingga Danantara berfungsi sebagai instrumen investasi strategis yang dapat dipercaya, terkelola dengan baik, serta sejalan dengan stabilitas makrofiskal dalam jangka panjang,” jelasnya.
Dalam proyeksinya, Fitch menilai bahwa Indonesia memiliki catatan yang baik dalam menjaga stabilitas makroekonomi, dengan inflasi yang terjaga dan struktur utang publik yang relatif moderat jika dibandingkan dengan negara-negara sekelasnya.
Penyesuaian outlook oleh Fitch dari stabil menjadi negatif ini terkait dengan beberapa catatan penting. Outlook tersebut dapat kembali ke stabil jika konsistensi disiplin kebijakan berhasil mewujudkan stabilitas makroekonomi yang diharapkan.
➡️ Baca Juga: Triathlon Indonesia: Menjelajahi Keindahan Alam dan Tantangan Olahraga
➡️ Baca Juga: Samsung A35 5G Review: Tahan Air & Desain Premium untuk Mid-Range 2026


