Menhan Pakistan Desak Dunia Tanggapi Israel sebagai Ancaman Kemanusiaan yang Serius

Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, menyatakan bahwa Israel merupakan ancaman serius bagi kemanusiaan, bahkan menyebutnya sebagai kutukan. Ia menegaskan bahwa tindakan genosida masih terus berlanjut di kawasan Timur Tengah. Pernyataan ini disampaikan melalui akun media sosialnya pada malam Kamis waktu setempat.
“Asif mengklaim bahwa Israel adalah kekuatan jahat yang membawa malapetaka bagi umat manusia. Di tengah pembicaraan damai yang berlangsung di Islamabad, aksi genosida justru terjadi di Lebanon,” ungkapnya, seperti dilansir dari Anadolu Agency pada Jumat, 10 April 2026.
Ia juga menyoroti bahwa warga sipil yang tidak bersalah menjadi korban dari serangan yang dilancarkan oleh Israel.
“Pertumpahan darah ini bermula dari Gaza, kemudian menyebar ke Iran, dan kini Lebanon. Kekerasan terus berlanjut tanpa henti,” tambah Asif.
Lebih jauh lagi, Asif menyatakan harapannya agar mereka yang mendirikan Israel di tanah Palestina mendapatkan balasan yang setimpal di akhirat.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya serangan Israel terhadap Lebanon, meskipun upaya diplomatik untuk mencapai gencatan senjata masih terus dilakukan. Usaha tersebut terkait dengan perjanjian gencatan senjata selama dua minggu yang diumumkan pada hari Selasa oleh Amerika Serikat dan Iran, dimediasi oleh Pakistan.
Meskipun mediator dari Pakistan dan Teheran mengklaim bahwa gencatan senjata tersebut juga mencakup Lebanon, Washington dan Tel Aviv membantah pernyataan ini.
Sejak hari Rabu, militer Israel dilaporkan meningkatkan serangan di berbagai lokasi di Lebanon, yang mengakibatkan sedikitnya 303 orang tewas dan sekitar 1.150 lainnya mengalami luka-luka, menurut data dari pertahanan sipil Lebanon.
Secara keseluruhan, sejak dimulainya ofensif Israel di Lebanon pada 2 Maret, jumlah korban yang dilaporkan tewas mencapai 1.888 orang, dengan 6.092 lainnya terluka, berdasarkan informasi dari Kementerian Kesehatan Lebanon.
Iran dan Amerika Serikat dijadwalkan untuk melakukan perundingan setelah mencapai kesepakatan gencatan senjata pada Rabu lalu. Perundingan ini direncanakan akan dimulai pada akhir pekan ini di Islamabad, setelah Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, secara resmi mengundang kedua belah pihak untuk mencari penyelesaian yang komprehensif terhadap konflik ini.
Gedung Putih telah mengonfirmasi bahwa pembicaraan formal akan dimulai pada Sabtu pagi waktu setempat.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran telah mengungkapkan pada 8 April bahwa perundingan tersebut dapat berlangsung hingga 15 hari. Ini berarti sebagian delegasi mungkin akan tinggal lebih lama di Islamabad atau kembali untuk putaran perundingan berikutnya.
➡️ Baca Juga: LPEI Investasikan Rp13,7 Triliun untuk Mendorong Ekspor RI, Jawa Timur Menyerap 25%
➡️ Baca Juga: 10 Drama Korea yang Menggambarkan Tekanan Hidup dan Kesepian di Usia 30-an




