Bhayangkara FC Tampil Menggigit Saat Kalahkan Persija dengan Skor Telak

Persija Jakarta harus menanggung kekalahan yang mengecewakan setelah dipaksa menyerah 2-3 oleh Bhayangkara FC dalam lanjutan Super League yang berlangsung di Stadion Sumpah Pemuda pada Minggu, 5 April 2026. Pertandingan ini penuh dengan drama dan ketegangan, menggambarkan intensitas persaingan di liga.
Permainan baru dimulai kurang dari satu menit, Persija langsung mencetak gol mengejutkan. Serangan cepat dari tim Macan Kemayoran membuat pertahanan Bhayangkara terkejut. Sebuah umpan silang dari Allano de Souza berhasil disundul oleh Rayhan Hannan, yang dengan tenang menjebol gawang tuan rumah.
Gol cepat tersebut membuat pelatih Bhayangkara, Paul Munster, terlihat sangat frustrasi di tepi lapangan. Namun, upaya untuk bangkit dari timnya tampak terlambat, karena Persija mampu mengendalikan permainan dan menciptakan beberapa peluang berbahaya yang mengancam gawang Bhayangkara.
Memasuki menit ke-20, Bhayangkara mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Mereka meningkatkan intensitas permainan dan menciptakan berbagai tekanan, yang akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-28. Kealpaan lini belakang Persija dimanfaatkan oleh Moussa Sidibe yang berhasil menyarangkan bola dengan tembakan keras yang tidak dapat dihadang.
Dengan skor imbang 1-1, pertandingan semakin memanas. Kedua tim saling menyerang, namun hingga peluit babak pertama dibunyikan, tidak ada tambahan gol yang tercipta.
Petaka untuk Persija datang di awal babak kedua. Jordi Amat terpaksa keluar setelah menerima kartu kuning kedua di menit ke-48, memaksa Macan Kemayoran bermain dengan 10 pemain.
Dengan keunggulan jumlah pemain, Bhayangkara semakin agresif dalam menyerang. Pelatih Mauricio Souza berusaha menambah daya serang timnya dengan memasukkan pemain baru di sektor tengah untuk meningkatkan kreativitas serangan.
Namun, secara mengejutkan, Persija justru kembali memimpin. Pada menit ke-62, Fabio Calonego mencetak gol spektakuler melalui tendangan bebas yang sempat membentur mistar sebelum akhirnya masuk ke gawang.
Meski dalam kondisi kekurangan pemain, Persija tetap menunjukkan keberanian untuk bermain terbuka. Souza berusaha mengubah strategi menjadi lebih defensif dengan skema yang fleksibel, berupaya meredam tekanan yang dilancarkan oleh Bhayangkara.
Tuan rumah tidak menyerah begitu saja. Peluang demi peluang terus mereka ciptakan. Di menit ke-86, Dendy Sulistyawan berhasil menyamakan kedudukan melalui tendangan bebas akurat yang tidak mampu dijangkau oleh kiper Cyrus Margono.
Drama pertandingan belum berakhir. Ketika laga tampak akan berakhir imbang, Moussa Sidibe kembali menjadi mimpi buruk bagi Persija. Di menit ke-95, sepakan kaki kirinya melesat deras ke sudut gawang, memastikan kemenangan 3-2 bagi Bhayangkara.
Persija, yang sempat unggul cepat dan bahkan kembali memimpin meski harus bermain dengan 10 orang, harus menerima kenyataan pahit setelah kebangkitan dramatis dari tuan rumah di menit-menit akhir.
➡️ Baca Juga: Membangun Karir: Tips untuk Sukses di Dunia Kerja
➡️ Baca Juga: Rantai Pasok Global yang Rentan Jadi Target Serangan Siber




