Super scatter mengusung konsep grafis dinamis dengan tampilan modern

PGSoft berikan bagi-bagi bonus cosmic lightning parade dengan sensasi baru

Super scatter bagikan hadiah kemerdekaan scatter prosper adventure dengan peluang menarik

Transformasi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi evolusi big data berbasis ai

Starlight princess menggabungkan unsur bintang dan fantasi

Starlight princess dan perjalanan popularitasnya di komunitas mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus eternal lightning parade dengan sensasi baru

Ulasan slot online playtech dengan variasi pola dan server teruji

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus zeus star adventure dengan hadiah berlimpah

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden glory adventure dengan hadiah berlimpah

Super scatter hadirkan bagi-bagi kejutan lucky jewel path dengan hadiah melimpah

Super scatter mengusung tampilan cerah dengan konsep grafis yang dinamis

Starlight princess menyuguhkan pemandangan galaksi dengan gaya fantasi

Ulasan teknis mengapa game grid sangat populer

PGSoft berikan bagi-bagi bonus ruby lightning parade dengan sensasi baru

Wild Bounty hadirkan bagi-bagi kejutan lucky glory parade dengan kejutan istimewa

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden star adventure dengan hadiah berlimpah

Wild Bandito dan pengalaman bermain yang dibagikan komunitas mbg

depo 10k depo 10k
religi

Zakat Fitrah: Pilih Uang atau Beras? Simak Penjelasan Lengkap Buya Yahya

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, umat Muslim di seluruh dunia memiliki kewajiban untuk menunaikan zakat fitrah. Tradisionalnya, zakat ini disalurkan dalam bentuk bahan pangan pokok seperti beras. Namun, dengan perubahan zaman yang terus berlangsung, muncul pertanyaan yang sering diperdebatkan: apakah zakat fitrah dapat disalurkan dalam bentuk uang?

Perdebatan ini kerap memunculkan pandangan yang beragam di kalangan masyarakat. Sebagian orang tetap mematuhi tradisi memberikan beras, sementara yang lain berargumen bahwa memberikan uang lebih praktis dan lebih sesuai dengan kebutuhan penerima zakat.

Dalam konteks ini, Buya Yahya, seorang pendakwah terkemuka, menjelaskan bahwa terdapat perbedaan pandangan di kalangan para ulama mengenai masalah ini. Ia menegaskan bahwa perbedaan ini bukanlah hal baru, dan sebaiknya tidak perlu diperdebatkan secara berlebihan.

“Dalam mazhab kita, tidak diperkenankan mengganti zakat fitrah dengan nilai uang. Namun, ada mazhab Imam Abu Hanifah yang memperbolehkan pembayaran zakat fitrah dengan uang. Artinya, terdapat variasi pendapat di antara para ulama. Lalu, mana yang seharusnya kita pilih? Tidak perlu kita berdebat secara keras, karena para ulama yang lebih besar dari kita juga memiliki perbedaan ini dan itu tidak masalah,” ungkap Buya Yahya dalam sebuah wawancara di YouTube pada Rabu, 17 Maret 2026.

Dalam mazhab Syafi’i, yang banyak dianut di Indonesia, zakat fitrah umumnya disalurkan dalam bentuk makanan pokok seperti beras. Ini dianggap lebih sesuai dengan tuntunan yang terdapat dalam banyak referensi fiqih klasik.

Sebaliknya, dalam mazhab lain yang dikemukakan oleh Imam Abu Hanifah, zakat fitrah diperbolehkan untuk diberikan dalam bentuk uang atau nilai yang setara dengan kebutuhan pokok tersebut. Perbedaan ini menunjukkan adanya kelonggaran dalam praktik zakat, yang dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat saat ini.

Lebih jauh, Buya Yahya mengajak umat Muslim untuk mempertimbangkan aspek manfaat bagi penerima zakat. Menurutnya, hal yang paling penting adalah memastikan bahwa zakat yang diberikan benar-benar dapat membantu mereka yang membutuhkan.

“Kita seharusnya cerdas dalam memilih mana yang lebih bermanfaat bagi orang-orang yang kurang mampu di zaman ini. Jika beras lebih bermanfaat, maka berikanlah beras. Namun, jika uang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka, maka berikanlah uang,” tambahnya.

➡️ Baca Juga: HP Terbaru Menghadirkan Teknologi Adaptif untuk Memenuhi Kebutuhan Digital Pengguna Aktif

➡️ Baca Juga: Lapor THR Lebaran 2026 yang Belum Cair dengan Mudah Secara Online dan Offline

Related Articles

Back to top button