Super scatter mengusung konsep grafis dinamis dengan tampilan modern

PGSoft berikan bagi-bagi bonus cosmic lightning parade dengan sensasi baru

Super scatter bagikan hadiah kemerdekaan scatter prosper adventure dengan peluang menarik

Transformasi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi evolusi big data berbasis ai

Starlight princess menggabungkan unsur bintang dan fantasi

Starlight princess dan perjalanan popularitasnya di komunitas mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus eternal lightning parade dengan sensasi baru

Ulasan slot online playtech dengan variasi pola dan server teruji

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus zeus star adventure dengan hadiah berlimpah

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden glory adventure dengan hadiah berlimpah

Super scatter hadirkan bagi-bagi kejutan lucky jewel path dengan hadiah melimpah

Super scatter mengusung tampilan cerah dengan konsep grafis yang dinamis

Starlight princess menyuguhkan pemandangan galaksi dengan gaya fantasi

Ulasan teknis mengapa game grid sangat populer

PGSoft berikan bagi-bagi bonus ruby lightning parade dengan sensasi baru

Wild Bounty hadirkan bagi-bagi kejutan lucky glory parade dengan kejutan istimewa

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden star adventure dengan hadiah berlimpah

Wild Bandito dan pengalaman bermain yang dibagikan komunitas mbg

depo 10k depo 10k
bola

Italia Tiga Kali Gagal ke Piala Dunia, Ini Penyebabnya Menurut Pengamat Sepak Bola

Tim nasional Italia telah mencatatkan sejarah kelam dalam dunia sepak bola setelah gagal melaju ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya berturut-turut. Kekalahan dalam adu penalti melawan Bosnia dan Herzegovina di babak playoff membuat tim yang telah mengantongi empat gelar juara dunia ini hanya bisa menyaksikan dari jauh turnamen akbar tersebut.

Kegagalan ini semakin terasa pahit, terutama mengingat Piala Dunia kini telah memperluas jumlah peserta dari 32 menjadi 48 tim. Secara logika, seharusnya kesempatan untuk lolos menjadi lebih besar. Namun, kenyataannya berbeda; Italia tetap tersingkir dari kompetisi yang paling diidamkan ini.

Banyak analisis yang bermunculan untuk menjelaskan situasi ini, mulai dari kemunduran liga domestik, Serie A, hingga isu pembinaan pemain muda. Namun, jika ditelusuri lebih dalam, akar masalah dari kegagalan Italia kali ini lebih sederhana dan menyakitkan, serta berakar pada kesalahan yang mereka lakukan sejak awal kualifikasi.

Secara kualitas, Italia seharusnya masih memiliki peluang untuk lolos. Menurut laporan ESPN, Italia menempati peringkat ke-13 dalam ranking FIFA, dengan skuad yang tidak bisa dikatakan sudah tua. Dari sebelas pemain yang diturunkan, hanya Matteo Politano yang berumur di atas 30 tahun. Dalam hal kualitas permainan, Italia jelas lebih unggul daripada Bosnia dan Herzegovina.

Pelatih Italia, Gennaro Gattuso, sempat menyinggung tentang semangat juang timnya setelah pertandingan. Namun, pernyataannya justru menuai kritik. Sebab, jika berbicara mengenai semangat dan usaha, Bosnia menunjukkan dedikasi yang sama, bahkan mungkin lebih besar dari tim Italia.

Apalagi, Bosnia datang ke pertandingan ini setelah melewati 120 menit dan adu penalti melawan Wales pada laga sebelumnya, serta masih mengandalkan striker berusia 40 tahun, Edin Dzeko. Dari segi determinasi, Bosnia jelas tidak kalah, dan itu menjadi sorotan.

Kiper Italia, Gianluigi Donnarumma, bahkan harus melakukan sepuluh penyelamatan selama pertandingan, dengan beberapa di antaranya berupa penyelamatan kelas dunia. Bosnia melepaskan sekitar 30 tembakan selama laga, yang menunjukkan bahwa Italia berada di bawah tekanan yang sangat besar.

Masalah utama Italia sebenarnya sudah dimulai jauh sebelum mereka mencapai babak playoff. Mereka mengalami kekalahan di fase kualifikasi, termasuk kekalahan dari Norwegia, yang membuat posisi mereka semakin sulit. Akibatnya, mereka terpaksa harus melalui jalur playoff yang penuh risiko. Dalam format satu pertandingan yang menentukan seperti ini, satu kesalahan kecil bisa berakibat fatal.

➡️ Baca Juga: Sjafrie Undang Wiranto hingga Refly Harun di Kemhan, Bahas DPN

➡️ Baca Juga: Kesehatan Anak: Pentingnya Nutrisi Seimbang

Related Articles

Back to top button