AS Watson Mencatatkan Kenaikan Penjualan Produk Kesehatan Global Sebesar 10 Persen dengan Jaringan 3.300 Apoteker

Jakarta – AS Watson menghargai peran lebih dari 3.300 apoteker dan hampir 10.000 tenaga kesehatan yang secara rutin berkontribusi dalam membantu masyarakat untuk lebih proaktif menjaga kesehatan dan kesejahteraan mereka. Kontribusi ini sangat terasa melalui jaringan yang terdiri dari lebih dari 1.770 apotek di seluruh dunia, terutama dalam rangka memperingati Hari Apoteker Sedunia.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan perawatan diri, AS Watson melaporkan pertumbuhan penjualan produk kesehatan global sebesar 10% dalam setahun terakhir. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan permintaan untuk produk dan layanan yang mendukung kesehatan secara menyeluruh, serta dorongan untuk menerapkan gaya hidup yang lebih sehat.
Peter Macnab, Direktur Komersial Internasional AS Watson, menyatakan bahwa layanan kesehatan yang terus berkembang, mulai dari pengobatan hingga pencegahan, memungkinkan AS Watson untuk memberikan dukungan kepada konsumen. Dukungan tersebut berupa saran profesional yang dapat diandalkan, layanan personal yang lebih dekat, serta solusi kesehatan yang inovatif dengan pendekatan O+O (Offline plus Online).
“Kami sangat bangga dan berterima kasih kepada para apoteker serta tenaga kesehatan yang dengan dedikasi dan keahlian mereka berkontribusi signifikan terhadap kesehatan masyarakat setiap harinya,” ungkapnya pada Jumat, 25 September 2026.
Dalam upaya memahami perubahan perilaku konsumen terkait kesehatan, AS Watson memperkenalkan hasil Penelitian Kesehatan Global yang dilaksanakan oleh WISE, divisi yang fokus pada pengalaman pelanggan di AS Watson. Penelitian ini melibatkan lebih dari 11.000 responden di 10 pasar yang ada di Eropa dan Asia.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kekhawatiran terhadap kesehatan (43%) adalah faktor utama yang mendorong masyarakat untuk menggunakan produk kesehatan. Selain itu, saran dari tenaga kesehatan (41%) juga menjadi pengaruh penting, diikuti oleh rekomendasi dari keluarga dan teman (32%).
Saat mencari informasi tentang produk kesehatan, konsumen kini menggabungkan pendekatan online dan offline. Pencarian informasi secara daring mencakup 82%, diikuti oleh konsultasi dengan tenaga profesional kesehatan (49%), serta penemuan produk di toko fisik (44%). Dalam proses pengambilan keputusan untuk membeli, konsumen mempertimbangkan beberapa faktor seperti harga dan promosi (56%), kepercayaan terhadap merek (48%), dan manfaat produk (45%).
Temuan ini semakin menegaskan peran penting yang dimainkan oleh apoteker dalam pencegahan kesehatan, terutama dalam membantu konsumen untuk mengambil keputusan yang lebih tepat mengenai kesehatan mereka melalui saran dan panduan yang kredibel.
➡️ Baca Juga: Kepala PBJ Sumbar Mengundurkan Diri Usai Diperiksa Terkait Video Mesum Viral yang Beredar
➡️ Baca Juga: Kelebihan Jurusan Sistem Komputer: Pilihan Tepat untuk Karir




