Data Terbaru BNPB: Korban Meninggal Akibat Gempa NTT Mencapai 105 Orang

Jakarta – Dampak dari gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) masih sangat terasa hingga saat ini. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah memperbarui informasi mengenai jumlah korban. Dengan penambahan dua orang yang dinyatakan meninggal dunia, total korban meninggal akibat bencana ini kini mencapai 105 orang.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi BNPB, Berton SP Panjaitan, mengungkapkan bahwa dua korban tambahan tersebut meninggal akibat efek tidak langsung dari gempa yang terjadi.
“Sehingga total korban yang meninggal sekarang adalah 105 orang,” jelasnya pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Dari total 105 korban meninggal, BNPB mencatat bahwa 48 orang di antaranya meninggal karena dampak langsung dari gempa. Sementara itu, 57 orang lainnya kehilangan nyawa akibat dampak tidak langsung yang ditimbulkan bencana tersebut.
Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, jumlah korban meninggal dunia didominasi oleh perempuan yang mencapai 58 persen. Sedangkan, korban laki-laki tercatat sebanyak 42 persen. Dalam hal kelompok usia, korban yang berasal dari kalangan lanjut usia merupakan yang paling banyak.
BNPB juga melaporkan adanya penambahan jumlah korban yang mengalami luka-luka. Sebanyak 12 orang ditambahkan dalam pembaruan data, sehingga total korban yang mengalami luka kini mencapai 1.678 orang.
Di tengah bertambahnya jumlah korban, terdapat kabar baik mengenai jumlah warga yang masih mengungsi. BNPB mencatat adanya penurunan signifikan dalam jumlah pengungsi, dengan total berkurang sebanyak 6.094 jiwa.
“Per hari ini, terdapat pengurangan yang cukup signifikan dari jumlah pengungsi,” ujarnya.
Namun, meskipun ada penurunan di beberapa daerah, jumlah pengungsi di wilayah lainnya masih mengalami peningkatan. Total warga yang saat ini masih berada di pengungsian tercatat sebanyak 179.037 orang.
➡️ Baca Juga: BPOM Resmi Terapkan Pelabelan Nutri Level pada Kemasan Pangan Olahan, Kenali 4 Kategorinya
➡️ Baca Juga: KUA Wirobrajan Tingkatkan Kerja Sama Linsek Melalui Bazar UMKM yang Produktif




