Iran Menginformasikan Kondisi Mojtaba Khamenei, Terluka Namun Dalam Keadaan Stabil

Pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, dilaporkan mengalami cedera, namun dalam kondisi stabil, demikian pernyataan resmi dari Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei.
Baghaei menyatakan, “Mojtaba mengalami luka, tetapi kondisinya baik. Saya tidak dapat memastikan kapan dia akan memberikan pidato pertamanya sebagai pemimpin tertinggi Iran,” ungkapnya dalam wawancara dengan surat kabar internasional.
Dia juga menambahkan bahwa ada tiga hingga empat kandidat yang bersaing untuk jabatan pemimpin tertinggi, tetapi mayoritas anggota Majelis Pakar telah memberikan suara untuk memilih Khamenei Jr. sebagai pemimpin baru.
Dalam pernyataan terkait gencatan senjata, Baghaei menjelaskan bahwa saat ini fokus utama Iran adalah menjaga integritas teritorial dan kedaulatan negara.
“Pada Juni 2025, setelah 12 hari, Amerika Serikat dan Israel mengusulkan untuk menghentikan permusuhan; kami menyetujuinya. Namun, ajakan gencatan senjata itu hanyalah sebuah sandiwara. Inilah alasan mengapa seluruh bangsa kini bertekad untuk membela diri,” tegas Baghaei.
Sebelumnya, pada tanggal 28 Februari, serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel menargetkan lokasi-lokasi di Iran, mengakibatkan kerusakan dan korban di kalangan masyarakat sipil. Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan terhadap wilayah Israel dan fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah.
Pada awalnya, klaim Amerika dan Israel menyatakan bahwa serangan tersebut diperlukan untuk menanggulangi ancaman yang dihasilkan dari program nuklir Iran. Namun, mereka kemudian menjelaskan bahwa tujuan sebenarnya adalah untuk mendorong perubahan kepemimpinan di Iran.
Ayatollah Ali Khamenei, ayah dari Mojtaba, dilaporkan tewas pada hari pertama operasi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel. Republik Islam Iran kemudian mengumumkan periode berkabung selama 40 hari sebagai penghormatan.
Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengutuk pembunuhan Khamenei sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Kementerian Luar Negeri Rusia juga mengecam tindakan militer yang dilakukan oleh AS dan Israel serta menyerukan agar segera dilakukan deeskalasi dan penghentian konflik.
Pada hari Senin, 9 Maret, Majelis Pakar Iran mengumumkan bahwa Mojtaba Khamenei telah resmi terpilih sebagai pemimpin tertinggi baru Republik Islam Iran.
➡️ Baca Juga: Periksa Mobil Listrik Sebelum Mudik: Minim Komponen Bukan Alasan Abaikan Cek!
➡️ Baca Juga: Menjaga Lingkungan: Langkah Kecil yang Berarti




