Samsung A35 5G Review: Tahan Air & Desain Premium untuk Mid-Range 2026

Apakah mungkin mendapatkan desain premium dan ketahanan air di smartphone dengan harga terjangkau? Pertanyaan ini sering muncul ketika kita mencari ponsel mid-range yang benar-benar worth it.
Di tengah maraknya pilihan di pasaran, satu perangkat menarik perhatian. Ponsel ini datang dengan janji fitur yang biasanya hanya ada di kelas flagship. Kami akan mengupasnya secara tuntas untuk Anda.
Artikel ini hadir untuk menjawab rasa penasaran Anda. Kami akan membahas apakah Galaxy A35 layak menjadi pilihan utama di segmen harganya. Review kami ditulis dengan gaya santai dan informatif, seperti sedang ngobrol langsung dengan teman.
Kami fokus pada kebutuhan pengguna Indonesia yang mencari nilai terbaik. Dengan budget sekitar 4-5 jutaan, pilihan yang tepat sangat penting. Penerus dari seri sebelumnya ini membawa berbagai peningkatan signifikan.
Poin Penting yang Akan Dibahas
- Analisis mendalam tentang desain bodi dan daya tahannya terhadap air
- Ulasan performa layar dan kualitas visual untuk penggunaan sehari-hari
- Pengujian kemampuan kamera dalam berbagai kondisi pencahayaan
- Evaluasi daya tahan baterai dan kecepatan pengisian daya
- Perbandingan nilai dengan kompetitor di kelas yang sama
- Rekomendasi jenis pengguna yang paling cocok dengan perangkat ini
- Kesimpulan akhir apakah ponsel ini layak dibeli tahun 2026
Pengenalan & Spesifikasi Lengkap Samsung Galaxy A35 5G
Sebelum membahas lebih detail, penting untuk memahami posisi dan kemampuan dasar ponsel ini. Mari kita lihat apa yang membuat perangkat ini menarik di kelas menengah.
Perangkat ini diluncurkan pada Maret 2024 sebagai penerus dari seri sebelumnya. Ia hadir dengan janji fitur yang biasanya ditemukan di ponsel lebih mahal.
Posisi di Line-up Samsung dan Harga Terbaru
Ponsel ini menempati posisi strategis dalam jajaran produk. Ia berada di antara seri entry-level dan flagship, menawarkan keseimbangan menarik.
Untuk harga, tersedia dua pilihan memori. Varian dengan penyimpanan 256GB biasanya lebih mudah ditemukan di pasaran.
Varian 128GB semakin sulit diperoleh. Ini membuat pilihan 256GB menjadi opsi utama bagi kebanyakan orang.
| Varian | Harga (Rp) | Ketersediaan |
|---|---|---|
| 8GB RAM + 128GB ROM | 4.699.000 | Terbatas |
| 8GB RAM + 256GB ROM | 4.999.000 | Umum |
| Kelas Harga | Menengah (4-5 Jutaan) |
Di kelas harga nya, perangkat ini bersaing ketat dengan beberapa kompetitor. Pesaing utamanya termasuk OPPO Reno8, vivo V30e, dan realme 12+.
Spesifikasi Teknis Detail (Chipset, RAM, ROM, OS)
Bagian ini akan mengungkap jantung dari perangkat. Spesifikasi yang ditawarkan cukup impresif untuk kebutuhan sehari-hari.
Otaknya adalah chipset Exynos 1380 yang dibuat dengan proses 5nm. Ini menjanjikan efisiensi daya yang lebih baik.
| Komponen | Spesifikasi |
|---|---|
| Sistem Operasi | Android 14 dengan One UI 6.1 |
| Chipset | Exynos 1380 (5nm) |
| CPU | Octa-core (4×2.4 GHz + 4×2.0 GHz) |
| GPU | Mali-G68 MP5 |
| RAM | 8GB |
| Penyimpanan Internal | 128GB / 256GB |
| Slot MicroSD | Hingga 1TB |
| Baterai | 5000 mAh |
| Layar | 6.6″ Super AMOLED, 120Hz |
| Kamera Belakang | 50MP (utama) + 8MP (ultrawide) + 5MP (macro) |
| Kamera Depan | 13MP |
| Konektivitas | 5G, WiFi 6, Bluetooth 5.3, NFC |
| Pengisian Daya | USB-C 25W |
| Ketahanan | IP67 |
| Dimensi & Berat | 161.7 x 78 x 8.2 mm, 209 gram |
Dukungan konektivitas modern juga lengkap. Mulai dari WiFi 6 hingga Bluetooth versi terbaru tersedia di sini.
Varian Warna: Awesome Lilac, Navy, dan Iceblue
Pilihan warna menjadi daya tarik visual tersendiri. Tiga opsi tersedia dengan karakter yang berbeda-beda.
Awesome Lilac menawarkan nuansa ungu lembut yang feminin dan elegan. Warna ini cocok untuk yang menyukai tampilan fresh.
Awesome Navy memberikan kesan formal dan maskulin dengan biru tua. Pilihan aman untuk berbagai kesempatan.
Awesome Iceblue menghadirkan biru muda yang cerah dan modern. Warna ini terlihat segar dan youthful.
Ketiga pilihan ini memiliki finishing yang premium. Mereka membantu perangkat terlihat lebih mahal dari kelas harga sebenarnya.
Analisis Desain & Ketahanan Bodi

Desain dan konstruksi bodi bukan sekadar soal estetika, melainkan juga tentang kenyamanan dan daya tahan. Bagian ini mengupas tuntas bagaimana perangkat ini menyajikan paket lengkap untuk pengguna sehari-hari.
Kesan pertama yang didapat adalah soliditas dan kesan premium. Meski berada di segmen menengah, tampilannya tidak kalah dari flagship yang lebih mahal.
Desain Premium dengan Sentuhan Flagship dan Key Island
Inspirasi dari seri unggulan terlihat jelas pada garis bodinya. Bahasa desain yang minimalis dan modern menjadi ciri khas yang konsisten.
Elemen unik bernama Key Island hadir di sisi kanan perangkat. Fitur ini mengelompokkan tombol volume dan power dalam satu bidang yang sedikit menonjol.
Fungsinya ganda: meningkatkan estetika dan memudahkan pencarian tombol secara taktil. Desain kamera belakang juga tersusun rapi secara vertikal di sudut kiri atas.
Material Bodi: Kaca Gorilla Glass Victus+ dan Frame Plastik
Konstruksi bodi menggunakan material berkualitas tinggi. Bagian depan dilindungi oleh Corning Gorilla Glass Victus+ yang tangguh.
Panel ini terkenal akan ketahanannya terhadap goresan dan benturan ringan. Bagian belakang juga menggunakan kaca dengan finishing yang halus.
Rangka atau frame-nya terbuat dari plastik berkualitas dengan lapisan matte. Kombinasi ini memberikan keseimbangan antara proteksi dan bobot.
Dimensi, Berat, dan Ergonomi Genggaman
Ukuran perangkat adalah 161.7 x 78 x 8.2 milimeter. Dengan berat 209 gram, ia terasa cukup padat di tangan.
Genggaman tetap nyaman berkat lekukan yang pas di pinggiran. Namun, penggunaan dalam waktu lama mungkin membutuhkan penyesuaian.
Port pengisian daya USB-C terletak di bagian bawah. Sayangnya, jack audio 3.5mm tidak disertakan dalam desain ini.
Rating IP67: Seberapa Tahan Air dan Debu?
Sertifikasi IP67 adalah fitur istimewa di kelas harganya. Angka ‘6’ berarti perlindungan maksimal terhadap debu.
Sedangkan angka ‘7’ menjamin ketahanan saat terendam air hingga 1 meter selama 30 menit. Ini praktis untuk situasi sehari-hari.
Beberapa contoh aplikasinya:
- Aman dari cipratan air saat hujan atau di dekat wastafel
- Tahan terhadap paparan debu saat digunakan di luar ruangan
- Bisa bertahan dari kecelakaan kecil seperti tumpahan minuman
Namun, ini bukan izin untuk berenang atau menyelam dengannya. Perawatan tetap diperlukan untuk menjaga performa jangka panjang.
Tips perawatan berdasarkan materialnya:
- Gunakan casing tambahan karena tidak disertakan dalam kotak
- Pertimbangkan pelindung layar untuk panel kaca
- Bersihkan secara rutin dengan kain microfiber yang lembut
- Hindarkan dari paparan suhu ekstim dan bahan kimia keras
Secara visual, evolusi desain dari pendahulunya terlihat pada penyempurnaan detail. Dibandingkan dengan saudara dekatnya di seri yang sama, konsistensi bahasa desain terjaga.
Kelebihan utama bodi ini adalah kokoh dan elegan. Kekurangannya terletak pada bobot yang cukup signifikan untuk beberapa orang.
Untuk penggunaan sehari-hari, kombinasi material dan sertifikasi ketahanan ini memberikan rasa aman. Pengguna bisa lebih percaya diri membawanya dalam berbagai aktivitas.
Review Kualitas Layar & Pengalaman Menonton
Saat mengangkat ponsel ini, mata langsung tertuju pada keindahan tampilannya. Kualitas layar menjadi salah satu poin terkuat yang langsung dirasakan.
Bagian ini akan mengajak Anda merasakan pengalaman visual dan audio secara langsung. Kami menguji dari ketajaman gambar hingga kenyamanan mendengarkan.
Panel Super AMOLED 6.6 Inci dengan Refresh Rate 120Hz
Panel bertipe Super AMOLED berukuran 6.6 inci ini menghadirkan keunggulan khas teknologi OLED. Warna hitamnya benar-benar pekat karena piksel yang mati sempurna.
Resolusi FHD+ 2340 x 1080 piksel terlihat sangat tajam untuk ukuran ini. Yang paling terasa adalah kelancaran gerak berkat refresh rate 120Hz yang adaptif.
Sistem secara pintar menurunkan rate ke 60Hz saat Anda membaca artikel atau melihat foto. Ini menghemat daya baterai tanpa mengorbankan kenyamanan saat diperlukan.
Kecerahan 1000 Nits untuk Penggunaan di Bawah Matahari
Klaim kecerahan maksimal 1000 nits bukan sekadar angka. Dalam pengujian simulasi cahaya luar, layar mampu mencapai sekitar 990 nits.
Ini berarti teks dan gambar tetap terbaca jelas di bawah terik matahari langsung. Anda tidak perlu lagi mencari tempat teduh hanya untuk melihat notifikasi.
Fitur Always On Display juga tetap terlihat dalam kondisi terang. Kecerahan otomatisnya bekerja dengan baik menyesuaikan lingkungan.
Akurasi Warna dan Pilihan Mode (Vivid vs Natural)
Anda punya dua pilihan mode warna untuk disesuaikan dengan selera. Mode Vivid menyajikan warna yang hidup dan menyegarkan mata, mencakup 88.7% ruang warna DCI-P3.
Mode Natural lebih fokus pada akurasi, dengan cakupan 99.7% sRGB. Mode ini cocok untuk Anda yang mengutamakan warna asli, misalnya saat mengedit foto.
Secara subjektif, perbedaan keduanya cukup jelas. Untuk menonton video atau main game, mode Vivid terasa lebih memukau.
Stereo Speaker dan Kualitas Audio untuk Multimedia
Pengalaman menonton didukung oleh sistem audio stereo. Speaker earpiece berfungsi ganda sebagai speaker kedua.
Hasilnya, ada pemisahan suara yang lumayan baik antara kanan dan kiri. Kejernihan suara untuk dialog dalam film sangat jelas.
Sayangnya, volume maksimal dan kedalaman bass kurang ‘nendang’. Untuk ruangan tenang, kualitasnya cukup memuaskan.
Untuk konten HDR dari Netflix atau YouTube, kombinasi layar dan speaker ini sangat cocok. Kontras tinggi dan warna yang kaya membuat film terasa hidup.
Beberapa hal yang perlu diingat: bezel di sekeliling layar masih terlihat agak tebal, terutama bagian chin (bawah). Sensor sidik jari in-display responsif dan berada di posisi yang ergonomis.
Tips singkat untuk pengaturan optimal:
- Gunakan refresh rate adaptif untuk keseimbangan performa dan baterai.
- Pilih mode warna Natural jika sering bekerja dengan foto, dan Vivid untuk hiburan.
- Aktifkan fitur eye comfort shield untuk membaca lama, mengurangi kelelahan mata.
Secara keseluruhan, kualitas tampilan dan dukungan multimedia perangkat ini menjadi nilai jual utama. Ia berhasil memberikan pengalaman yang biasanya ditemukan di kelas lebih tinggi.
Uji Performa & Software Samsung A35 5G
Setelah menikmati tampilan visual yang memukau, kini saatnya menguji jantung dari perangkat ini. Bagian ini akan menjawab pertanyaan penting: seberapa mulus pengalaman menggunakan ponsel untuk kebutuhan harian?
Kami akan mengupas tuntas kemampuan prosesor dan kestabilan sistem operasinya. Dari sekadar membuka aplikasi hingga bermain game berat, semua akan diuji secara praktis.
Chipset Exynos 1380: Cukup untuk Harian dan Gaming?
Otak perangkat ini adalah chipset Exynos 1380 yang diwarisi dari pendahulunya. Dibuat dengan proses 5nm, ia menjanjikan efisiensi daya yang baik untuk kelas menengah.
Untuk aktivitas sehari-hari seperti browsing dan media sosial, performanya sangat mumpuni. Aplikasi terbuka cepat dan perpindahan antar menu terasa responsif.
Namun, saat dihadapkan pada tugas berat atau multitasking intensif, terkadang muncul lag kecil. Ini terutama terasa saat membuka banyak tab browser sambil mendengarkan musik.
Untuk gaming, hasilnya cukup mengejutkan. Game populer seperti Mobile Legends atau PUBG Mobile berjalan lancar di pengaturan tinggi.
Game berat seperti Genshin Impact masih bisa dimainkan di preset rendah. Untuk pengalaman lebih smooth, turunkan ke pengaturan ‘lowest’. Perangkat akan terasa hangat, tapi tidak sampai overheating.
Skor Benchmark (AnTuTu) dan Kinerja Multitasking
Secara angka, chipset ini mencetak skor AnTuTu v10 sekitar 570.800 poin. Angka ini setara dengan kemampuan Galaxy A54 5G atau pesaing dengan Dimensity 1080.
Dalam pengujian multitasking nyata, RAM 8GB mampu menahan 10-15 aplikasi di latar belakang. Beberapa game ringan masih tetap hidup saat Anda beralih ke aplikasi lain.
Namun, ada sedikit stutter saat menggulir cepat di media sosial atau aplikasi berita. Ini tidak mengganggu, tapi cukup terasa bagi pengguna yang sensitif.
Secara keseluruhan, performa untuk pengguna Indonesia rata-rata sudah lebih dari cukup. Kecuali Anda adalah gamer hardcore atau editor video mobile, kebutuhan harian akan terpenuhi dengan baik.
One UI 6.1 di Android 14: Fitur dan Kemudahan Pakai
Antarmuka One UI 6.1 berbasis Android 14 menghadirkan pengalaman yang familiar. Bagi pengguna setia seri ini, tidak ada kurva belajar yang signifikan.
Fitur-fitur khas Samsung seperti Edge Panels dan Good Lock tetap hadir. Customisasi tampilan dan fungsi bisa dilakukan sesuai selera pribadi.
Sayangnya, beberapa fitur canggih seperti Galaxy AI atau Circle to Search tidak tersedia di sini. Ini adalah pembeda utama dengan lini flagship yang lebih mahal.
Kami juga menemukan adanya bloatware dan duplikasi aplikasi. Misalnya, ada dua galeri foto (Samsung dan Google) serta dua browser.
Tips sederhana untuk mengatasinya:
- Nonaktifkan aplikasi bawaan yang tidak digunakan melalui pengaturan
- Pilih satu aplikasi default untuk setiap fungsi (misalnya galeri atau browser)
- Manfaatkan fitur Deep Cleaning untuk membebaskan ruang penyimpanan
Janji Update OS Panjang dan Keamanan Samsung Knox
Salah satu keunggulan terbesar perangkat ini adalah komitmen update software. Samsung menjamin 4 generasi upgrade OS utama, hingga Android 18.
Selain itu, ada patch keamanan selama 5 tahun ke depan. Ini berarti ponsel akan tetap aman dan mendapatkan fitur baru hingga tahun 2029.
Untuk perlindungan data, hadir Samsung Knox dengan enkripsi level hardware. Sistem ini melindungi informasi sensitif seperti kata sandi dan data perbankan.
Keamanan tambahan ini memberikan rasa tenang saat menggunakan aplikasi mobile banking atau menyimpan dokumen penting. Lapisan proteksi ganda membuat data pribadi lebih terjaga.
Dengan paket software ini, smartphone di kelas harganya menjadi investasi jangka panjang. Anda tidak perlu khawatir cepat usang dari sisi sistem operasi.
Samsung A35 5G Review: Ulasan Mendalam Sistem Kamera

Dalam era konten visual, kemampuan menangkap momen menjadi faktor penentu. Bagian ini akan mengupas tuntas performa sistem pengambilan gambar pada perangkat tersebut.
Kami menguji setiap sensor dalam kondisi nyata. Dari pemandangan luas hingga detail kecil, semua akan dibahas secara transparan.
Kamera Utama 50MP dengan OIS: Hasil Foto Siang & Malam
Sensor utama 50MP dengan bukaan f/1.8 menjadi andalan. Kehadiran Optical Image Stabilization (OIS) sangat membantu mengurangi getaran.
Di bawah sinar matahari, hasil foto terlihat vibrant dengan dynamic range yang mengesankan. Warna-warna tampak hidup tanpa terlihat berlebihan.
Detail tetap terjaga dengan baik bahkan saat diperbesar. Untuk pemotretan di dalam ruangan, kualitas cahaya alami ditangkap dengan akurat.
Saat malam tiba, mode Night Mode berperan penting. Prosesnya membutuhkan 2-3 detik dengan hasil yang lebih terang dan minim noise.
Portrait mode memberikan efek bokeh yang natural. Pemotongan subjek dari latar belakang cukup presisi untuk kamera di kelas menengah.
Kamera Ultrawide 8MP dan Makro 5MP: Seberapa Berguna?
Lensa ultrawide 8MP berguna untuk menangkap pemandangan luas. Sudut pandang 123 derajat cocok untuk landscape atau arsitektur.
Namun, detail gambar mulai berkurang di bagian tepi. Dalam kondisi cahaya rendah, noise lebih terlihat dibandingkan kamera utama.
Sensor makro 5MP sayangnya kurang memberikan manfaat praktis. Anda perlu berada sangat dekat dengan objek (3-5 cm).
Hasilnya sering kali buram atau kurang tajam. Untuk fotografi detail, lebih baik menggunakan kamera utama dengan zoom digital.
Zoom digital hingga 10x tersedia, tetapi hasil terbaik didapatkan di bawah 5x. Setelah itu, detail mulai hilang dan gambar menjadi pecah.
Kamera Depan 13MP untuk Selfie dan Video Call
Lensa depan 13MP menghasilkan selfie dengan detail yang tajam. Skin tone terlihat natural tanpa efek kecokelatan berlebihan.
Sudut lensa yang lebar memungkinkan selfie grup tanpa perlu selfie stick. Untuk video call, kualitasnya lebih dari cukup untuk meeting online sehari-hari.
Beauty mode hadir dengan beberapa tingkat penyesuaian. Anda bisa memilih efek yang halus atau lebih intens sesuai pilihan.
Dalam pencahayaan yang baik, hasilnya sangat memuaskan. Namun di kondisi gelap, noise mulai muncul meski Night Mode tersedia.
Kemampuan Rekam Video hingga 4K 30fps & Fitur Spesial
Kemampuan merekam video 4K pada 30fps menjadi keunggulan. Baik kamera utama maupun depan mendukung resolusi ini.
Stabilisasi elektronik bekerja dengan baik untuk perekaman jalan kaki. Gerakan halus dan tidak membuat pusing saat ditonton.
Sayangnya, lensa ultrawide terbatas pada 1080p. Untuk vlog dengan sudut lebar, kualitasnya tetap bisa diterima.
Fitur Super Steady berguna untuk aktivitas dinamis. Namun, ada pemotongan frame yang cukup signifikan.
Mikrofon bawaan menangkap suara dengan jelas di lingkungan tenang. Tapi kurang tahan terhadap noise angin saat di luar ruangan.
Aplikasi kamera menawarkan berbagai fitur menarik. Mode Pro memberi kendali penuh atas ISO, shutter speed, dan white balance.
Mode Single Take bisa menangkap berbagai jenis konten sekaligus. Dari foto biasa, portrait, hingga short video dalam satu kali jepretan.
Untuk hasil terbaik, manfaatkan Mode Malam saat kondisi gelap. Atur komposisi dengan aturan sepertiga untuk foto yang lebih menarik.
Pengaturan HDR otomatis membantu menyeimbangkan highlight dan shadow. Pelajari lebih banyak tips memaksimalkan kualitas gambar di panduan fotografi smartphone ini.
Secara keseluruhan, sistem pengambilan gambar pada Galaxy A35 memberikan performa solid. Ia unggul di kondisi terang dengan hasil yang konsisten.
Meski ada beberapa keterbatasan di bagian ultrawide dan makro, kamera utama tetap menjadi pilihan andalan. Untuk dokumentasi sehari-hari dan konten media sosial, kemampuannya sudah lebih dari cukup.
Jika dibandingkan dengan pendahulunya seperti Galaxy A54, ada peningkatan di sisi software processing. Hasil foto lebih natural dengan warna yang tidak terlalu jenuh.
Apakah sistem ini menjadi alasan kuat untuk membeli? Ya, terutama jika Anda mengutamakan kamera utama yang andal dengan dukungan fitur lengkap di kelas harganya.
Daya Tahan Baterai & Kecepatan Pengisian Daya
Bagian penting dari pengalaman menggunakan smartphone adalah seberapa lama ia bisa bertahan tanpa colokan. Untuk pengguna aktif, ketahanan ini menentukan mobilitas dan ketenangan pikiran sepanjang hari.
Kami menguji komponen vital ini berdasarkan kebiasaan pengguna Indonesia. Dari bangun tidur hingga tidur lagi, semua aktivitas digital diukur konsumsi dayanya.
Kapasitas Baterai 5000mAh: Berapa Lama Tahan Pemakaian?
Baterai berkapasitas 5000mAh menjadi fondasi ketahanan perangkat ini. Angka ini sudah menjadi standar untuk ponsel mid-range tahun 2026.
Dalam tes laboratorium menggunakan PCMark, hasilnya mencapai 12 jam 18 menit. Pengujian ini dilakukan dengan kecerahan layar tetap di 200 nits.
Untuk penggunaan dunia nyata, hasilnya lebih bervariasi. Berikut estimasi berdasarkan intensitas aktivitas:
| Jenis Penggunaan | Aktivitas Khas | Estimasi Durasi | Sisa Daya di Akhir Hari |
|---|---|---|---|
| Ringan | Chatting, telepon, browsing sesekali | Hingga 2 hari | 60-70% |
| Normal | Media sosial, streaming musik, foto | 1 hari penuh | 40-50% |
| Berat | Gaming, video call, navigasi GPS | 14-16 jam | 15-20% |
Skenario normal mencerminkan pengguna rata-rata di Indonesia. Mereka sering kali masih menyisakan sekitar 50% daya saat malam tiba.
Pengguna berat perlu mengisi ulang sebelum hari berakhir. Namun untuk kebanyakan orang, ketahanan sehari penuh terjamin dengan baik.
Pengisian Cepat 25W: Dari Nol ke Penuh dalam Berapa Lama?
Dukungan pengisian cepat 25W membantu mengatasi kekhawatiran kehabisan daya. Teknologi ini menjadi standar di segmen harga menengah.
Dari kondisi benar-benar kosong (0%), pengisian menunjukkan kecepatan yang konsisten. Dalam 30 menit pertama, daya bisa mencapai sekitar 50%.
Untuk mencapai 100% penuh, dibutuhkan waktu sekitar 1 jam 30 menit. Kurva pengisian melambat di atas 80% untuk menjaga kesehatan baterai.
Sayangnya, adaptor tidak disertakan dalam kotak pembelian. Anda perlu membeli charger kompatibel secara terpisah.
Rekomendasi charger yang cocok termasuk Samsung EP-TA800 (25W) atau merek lain dengan dukungan PD 3.0. Pastikan output minimal 9V/2.77A untuk kecepatan optimal.
Pengisian nirkabel tidak tersedia di perangkat ini. Ini merupakan kompromi yang wajar untuk menjaga harga tetap kompetitif di kelas menengah.
Efisiensi Daya Chipset Exynos 1380
Chipset Exynos 1380 memainkan peran besar dalam penghematan energi. Dibangun dengan proses fabrikasi 5nm, ia lebih efisien dibandingkan generasi sebelumnya.
Arsitektur octa-core-nya membagi tugas antara core performa dan efisiensi. Core berkecepatan rendah menangani tugas ringan dengan konsumsi minimal.
Dalam penggunaan sehari-hari, efisiensi ini terasa saat idle atau background task. Ponsel tidak cepat kehabisan daya meski ditinggal semalaman.
Untuk memahami lebih dalam bagaimana chipset ini mengoptimalkan daya, simak analisis lengkap di review mendalam Galaxy A35 5G.
Dibandingkan pesaing dengan chipset berbeda, Exynos 1380 menunjukkan keseimbangan baik. Ia tidak sehemat beberapa chipset entry-level, tetapi lebih bertenaga.
Tips mengoptimalkan daya tahan baterai:
- Aktifkan Adaptive Battery di pengaturan untuk belajar pola penggunaan
- Batasi refresh rate ke 60Hz saat tidak butuh kelancaran maksimal
- Gunakan Dark Mode karena panel AMOLED lebih hemat dengan warna hitam
- Nonaktifkan GPS, Bluetooth, dan WiFi saat benar-benar tidak digunakan
- Pantau aplikasi boros daya melalui menu Battery dalam pengaturan
Secara keseluruhan, kombinasi kapasitas besar dan efisiensi chipset memberikan hasil memuaskan. Untuk pertanyaan “Apakah baterainya kuat untuk dijadikan daily driver tanpa sering mencari colokan?” jawabannya ya.
Pengguna dengan aktivitas normal bisa meninggalkan rumah pagi dan pulang malam dengan tenang. Hanya pengguna ekstrem yang perlu membawa powerbank atau mencari stopkontak di siang hari.
Dibandingkan dengan pesaing di rentang harga sama, Galaxy A35 menawarkan paket lengkap. Ketahanan baterai menjadi salah satu poin plus yang signifikan.
Kelebihan dan Kekurangan Samsung A35 5G
Untuk memudahkan pengambilan keputusan, berikut adalah poin-poin utama yang menjadi kekuatan dan kelemahan perangkat ini.
Setiap ponsel memiliki trade-off, terutama di segmen menengah. Mari kita lihat secara jujur apa yang benar-benar ditawarkan.
Kelebihan: Layar Berkualitas, Update OS Panjang, Kamera Bagus
Galaxy A35 membawa beberapa keunggulan yang biasanya ada di kelas lebih tinggi. Inilah yang membuatnya menarik di antara pesaing.
Pertama, layar Super AMOLED 120Hz memang memukau. Warna hidup dan gerakan lancar membuat pengalaman menonton sangat menyenangkan.
Kedua, janji update software jangka panjang memberikan nilai lebih. Anda mendapatkan 4 upgrade OS utama dan patch keamanan selama 5 tahun.
Ketiga, kamera utama 50MP dengan OIS menghasilkan foto yang tajam. Kualitasnya konsisten dalam berbagai kondisi pencahayaan.
Berikut daftar lengkap kelebihannya:
- Desain elegan dengan kaca Gorilla Glass Victus+ yang tahan gores
- Ketahanan air dan debu IP67 untuk penggunaan lebih aman
- Konektivitas lengkap: 5G, WiFi 6, Bluetooth 5.3, dan NFC
- Penyimpanan besar 256GB plus slot MicroSD hingga 1TB
- Sistem audio stereo untuk pengalaman mendengarkan yang lebih baik
- Proteksi data dengan keamanan Samsung Knox tingkat hardware
- Baterai 5000mAh yang tahan sehari penuh untuk penggunaan normal
Menurut analisis fitur lengkap Galaxy A35 5G, perlindungan Samsung Knox Vault dan Auto Blocker menjadi nilai tambah signifikan. Ini jarang ditemukan di kelas harganya.
Kekurangan: Performa Terkadang Lag, Bezal Lebar, Tanpa Jack Audio
Meski punya banyak kelebihan, ada beberapa kompromi yang harus diterima. Beberapa kekurangan ini mungkin penting bagi pengguna tertentu.
Yang paling terasa adalah performa yang terkadang tidak konsisten. Saat multitasking berat, bisa muncul lag kecil yang mengganggu.
Bezel di sekeliling layar juga terlihat cukup lebar, terutama di bagian bawah. Ini mengurangi kesan premium secara visual.
Berikut kekurangan lain yang perlu diketahui:
- Tidak ada jack audio 3.5mm, harus menggunakan adapter atau earphone USB-C
- Charger 25W tidak disertakan dalam kotak, harus beli terpisah
- Kamera ultrawide dan makro memberikan hasil biasa saja, kurang detail
- Frame plastik terasa kurang premium dibandingkan bodi logam
- Tidak ada dukungan HDR untuk konten streaming tertentu
- Fitur AI canggih seperti Galaxy AI tidak tersedia
- Tidak ada eSIM untuk fleksibilitas kartu operator
Beberapa kekurangan ini adalah trade-off wajar untuk menjaga harga tetap kompetitif. Misalnya, tidak adanya charger membantu menekan biaya produksi.
Pilihan warna yang menarik seperti Awesome Lilac dan Navy sedikit mengalihkan perhatian dari bezel yang lebar. Namun bagi yang sensitif terhadap detail, ini tetap terlihat.
Secara keseluruhan, Galaxy A35 menawarkan paket yang seimbang. Keunggulan di kualitas tampilan dan komitmen software menjadi poin jual utama.
Kekurangan di sisi performa dan beberapa fitur perlu dipertimbangkan sesuai kebutuhan. Bagi pengguna yang mengutamakan multimedia, kelebihannya lebih dominan.
Bandingkan dengan pesaing di rentang harga sama untuk mendapatkan perspektif lengkap. Setiap ponsel memiliki fokus yang berbeda-beda.
Kesimpulan: Apakah Samsung A35 5G Layak Dibeli?
Dengan semua data di tangan, mari kita tarik benang merah dari seluruh analisis. Galaxy A35 5G memang layak dipertimbangkan sebagai smartphone mid-range tahun 2026.
Perangkat ini unggul di tiga area utama. Layar Super AMOLED-nya memukau, kamera utama andal untuk dokumentasi harian, dan janji update software panjang memberikan nilai tambah signifikan.
Ia paling cocok untuk pengguna yang mengutamakan multimedia, konten sosial, dan ketahanan sehari penuh. Baterai 5000mAh dan desain tahan air IP67 mendukung aktivitas mobile dengan percaya diri.
Namun, gamer hardcore atau yang sensitif pada bezel tebal mungkin perlu melihat pilihan lain. Performa chipset Exynos 1380 cukup untuk harian, tapi bukan untuk gaming berat.
Secara harga, ia menawarkan kualitas flagship-like di kelas menengah. Untuk detail lebih lanjut, simak analisis kelebihan dan kekurangan lengkap.
Keputusan akhir kembali pada prioritas Anda. Jika fitur utama tadi sesuai kebutuhan, ponsel ini adalah pilihan solid.
➡️ Baca Juga: AI Art Generator Indonesia: Bisa Buat Video 4K, Tapi Masih Dikritik soal Etika Plagiarisme
➡️ Baca Juga: Menyusun Daftar Bacaan: Buku yang Wajib Dibaca Tahun Ini




