Operasi Ketupat 2026: Pengelolaan Arus Mudik Lebaran dan Penurunan Kecelakaan Lalu Lintas

Operasi Ketupat 2026 merupakan lebih dari sekadar rutinitas tahunan; ini adalah sebuah komitmen besar bangsa dalam memastikan kelancaran tradisi mudik yang melibatkan jutaan masyarakat Indonesia.
Dibawah arahan Korlantas Polri serta kerjasama lintas sektor, pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 mencatatkan kemajuan signifikan dalam pengelolaan arus lalu lintas yang didukung oleh teknologi dan data terkini.
Mengusung slogan “Mudik Aman, Keluarga Bahagia,” Polri mampu merencanakan dan mengantisipasi pergerakan lebih dari 143 juta orang. Hal ini dilakukan dengan memanfaatkan Command Center KM29 yang memantau pergerakan kendaraan secara real-time dengan bantuan integrasi CCTV, sistem traffic counting digital, serta pemantauan menggunakan drone.
Keberhasilan dalam pelaksanaan Operasi Ketupat ini tidak terlepas dari koordinasi yang solid di seluruh jajaran pemerintahan.
Menteri Koordinasi Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa manajemen lalu lintas dalam Operasi Ketupat 2026 dijalankan dengan pengawasan yang ketat.
“Secara keseluruhan, pengendalian dan pengawasan berjalan dengan baik, sehingga semangat kita untuk menghadirkan arus mudik yang aman, lancar, dan selamat dapat terjaga,” ungkap AHY.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, juga memberikan penghargaan terhadap kerjasama yang telah terjalin dengan baik di lapangan.
“Alhamdulillah, berkat koordinasi yang sangat baik bersama Korlantas, kami berharap tidak ada gangguan di jalan, termasuk saat tiba di pelabuhan,” tambah Dudy.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turut menyoroti stabilitas situasi selama periode krusial ini, menekankan bahwa arus mudik dan arus balik terjaga dengan baik.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Agus Suryonugroho, menyatakan bahwa tahun ini tercatat sebagai tahun dengan arus mudik dan balik tertinggi dalam sejarah, namun tetap dapat dikelola dengan baik.
“Arus mudik mencatat angka tertinggi sepanjang sejarah, dengan 270.315 kendaraan meninggalkan Jakarta dalam satu hari. Ini adalah angka yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk puncak arus mudik dan berhasil dikelola dengan baik,” kata Agus.
“Untuk arus balik, juga tercatat rekor tertinggi dengan 256.338 kendaraan. Puncak arus mudik mengalami peningkatan sebesar 4,62%. Tahun lalu jumlah kendaraan mencapai 250.000, sedangkan tahun ini 270.000. Demikian juga untuk puncak arus balik, tahun lalu 223.000 kendaraan dan tahun ini meningkat menjadi 256.000 kendaraan, ini adalah pencapaian luar biasa,” tambahnya.
➡️ Baca Juga: Persija Kirim Enam Pemain ke Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026, Bagaimana dengan Persib?
➡️ Baca Juga: Gadget Praktis yang Meningkatkan Efisiensi Aktivitas Digital Sehari-hari Anda




