LRT Mogok di Rasuna Said: Penjelasan Resmi dari KAI yang Perlu Diketahui

Jakarta – Sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan rangkaian LRT Jabodebek terhenti mendadak di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan. Kejadian ini menarik perhatian banyak orang, terutama ketika kereta tersebut berhenti di luar stasiun.
Manager Hubungan Masyarakat LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut memang terjadi. Pada siang hari, tepatnya tanggal 26 Maret 2026, salah satu rangkaian kereta mengalami gangguan operasional.
“Perjalanan salah satu unit LRT Jabodebek terhenti pada Kamis pukul 14.21 WIB,” ujar Radhitya.
Ia menjelaskan bahwa penyebab mogoknya LRT adalah sistem kendali operasi yang mendeteksi adanya anomali atau masalah pada rangkaian kereta. Kondisi ini memaksa petugas untuk melakukan pengaturan ulang sebelum perjalanan bisa dilanjutkan kembali.
“Gangguan ini terjadi karena sistem kendali operasi LRT Jabodebek mendeteksi adanya masalah, sehingga memerlukan tindakan pengaturan ulang dari petugas Train Attendant (TA),” tambah Radhitya.
Radhitya juga menginformasikan bahwa gangguan tersebut berlangsung hanya sekitar lima menit, setelah itu LRT kembali beroperasi dengan normal. Ia menekankan bahwa insiden ini tidak mempengaruhi perjalanan LRT lainnya.
“Setelah berlangsung sekitar 5 menit, kereta melanjutkan perjalanannya. Namun, insiden ini tidak berdampak pada operasional LRT Jabodebek lainnya,” tutupnya.
Kejadian tersebut menjadi sorotan publik, terutama karena banyak pekerja yang baru kembali ke kantor setelah libur panjang Lebaran. Gangguan seperti ini tentu menarik perhatian, mengingat LRT Jabodebek merupakan moda transportasi yang sangat diandalkan oleh masyarakat di Jakarta dan sekitarnya.
➡️ Baca Juga: Strategi UMKM Menghadapi Perubahan Tren Pasar Tanpa Kehilangan Pelanggan
➡️ Baca Juga: Strategi Atlet Para Angkat Berat Mabruk Dzaky dalam Memanfaatkan Bonus ASEAN Para Games 2025




