Isyana Sarasvati Diduga Terlibat Sekte Satanik Akibat Simbol Mata Satu

Penyanyi Isyana Sarasvati belakangan ini menarik perhatian publik melalui karya terbarunya yang dinanti-nanti.
Nama Isyana mencuat di platform sosial media dengan berbagai tuduhan yang menyebutkan bahwa ia terlibat dalam sekte satanik atau kelompok okultisme. Mari kita telusuri lebih dalam mengenai isu ini.
Perdebatan ini bermula dari penggunaan simbol mata satu yang mencolok dalam promosi album kelimanya yang berjudul ELEKTIKO.
“Jujur saya sangat terkejut dengan perubahan yang ditunjukkan Isyana Sarasvati, saat ini banyak orang berdiskusi tentang isu ini. Ada spekulasi yang menyebutkan bahwa dia bergabung dengan sekte, semoga itu tidak benar karena saya rindu dengan Isyana yang dahulu,” tulis seorang pengguna media sosial di platform X pada Jumat, 6 Maret 2026.
Kegaduhan di dunia maya semakin meningkat ketika Isyana membagikan teaser untuk bagian akhir dari rangkaian albumnya yang berjudul ABADHI pada awal Maret 2026. Dalam cuplikan tersebut, terlihat simbol mata tunggal yang dikelilingi nyala api, dengan latar belakang berwarna merah dan hitam yang pekat.
Nuansa gelap yang ditampilkan semakin diperkuat oleh narasi yang menyebutkan, “Ambang batas sebelum kamu memasuki ranahku. Sebelum kamu melangkah lebih jauh. Bersiaplah dan pertanyakan semuanya.”
Visual yang mencolok ini langsung mengundang beragam reaksi dari warganet. Beberapa akun media sosial bahkan menuduh Isyana melakukan promosi simbol yang sering dikaitkan dengan Illuminati atau praktik satanisme global. Dugaan tersebut dengan cepat menyebar dan menjadi perbincangan hangat di berbagai platform.
Namun, di balik kesan yang menyeramkan bagi sebagian orang, simbol yang diangkat dalam konsep ABADHI sebenarnya memiliki makna filosofis yang dalam dalam konteks karya Isyana. Dalam eksplorasi artistiknya, simbol mata tunggal ini dimaknai sebagai “Mata Kesadaran,” yang melambangkan proses refleksi diri saat seseorang menghadapi perubahan besar dalam kehidupannya.
Sejak merilis album Lexicon pada tahun 2019 dan mulai mengeksplorasi genre progressive rock serta metal, Isyana memang sering mengusung visual yang lebih gelap, dramatis, dan teatrikal.
Menurut Isyana, pendekatan visual semacam ini menjadi alat penting dalam menyampaikan emosi serta gagasan yang kompleks—sesuatu yang sulit dijelaskan hanya dengan pendekatan pop yang konvensional.
➡️ Baca Juga: Kunjungan Duta Besar untuk Memperkuat Hubungan Diplomatik
➡️ Baca Juga: Pendidikan Musik dan Seni: Kunci Meningkatkan Kreativitas




