Gaya Hidup Modern Tingkatkan Risiko Penyakit Ginjal, Apakah Obat Herbal Bisa Mencegahnya?

Perubahan gaya hidup yang kian modern dan serba cepat telah membawa dampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat, salah satunya adalah meningkatnya risiko terkena penyakit ginjal. Kebiasaan makan yang tinggi akan gula, garam, dan lemak, ditambah dengan gaya hidup yang minim aktivitas fisik, menjadi faktor utama yang berkontribusi pada gangguan fungsi ginjal dalam jangka panjang.
Kondisi ini menegaskan pentingnya melakukan langkah pencegahan sedini mungkin melalui pendekatan yang holistik, termasuk mengadopsi pola hidup sehat serta memanfaatkan obat herbal dengan bijak. Mari kita telaah lebih lanjut!
Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit ginjal sejak dini. Salah satunya adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat dan seimbang, serta memilih dan mengonsumsi obat herbal yang tepat dan aman.
Pentingnya upaya ini semakin terlihat ketika merujuk pada data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, yang menunjukkan prevalensi Penyakit Ginjal Kronik (PGK) di Indonesia mencapai 0,38% atau sekitar 3,8 orang per 1000 penduduk. Meskipun angka ini terlihat kecil, banyak pakar kesehatan menilai bahwa angka tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kondisi yang sebenarnya. Penelitian yang dilakukan oleh Perhimpunan Nefrologi Indonesia bahkan menyebutkan bahwa prevalensi sesungguhnya bisa mencapai 12,5%.
Tingginya minat masyarakat terhadap pengobatan herbal juga menjadi sorotan berbagai pihak, terutama dalam aspek literasi kesehatan. Oleh karena itu, edukasi mengenai cara konsumsi obat herbal yang benar menjadi sangat penting agar masyarakat tidak sembarangan dalam memilih produk herbal.
“Kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memilih produk herbal yang sesuai masih terbilang rendah. Banyak orang yang mengonsumsi tanpa memahami komposisi, dosis yang tepat, atau cara penyimpanan yang benar,” ungkap Direktur PT. Hollis Media Bariklana, Akhmad Rois, dalam pernyataannya.
Secara umum, obat herbal yang terstandar dan berasal dari bahan alami telah lama digunakan sebagai pendukung kesehatan, termasuk dalam menjaga fungsi ginjal dan saluran kemih. Beberapa bahan seperti daun alpukat, sukun, tempuyung, dan keji beling diketahui memiliki manfaat kesehatan yang signifikan.
“Ekstrak daun sukun dan tempuyung secara khusus berperan dalam meluruhkan batu ginjal, sementara daun keji beling efektif dalam mengatasi infeksi saluran kemih. Daun alpukat memiliki peran penting dalam meningkatkan fungsi ginjal secara keseluruhan,” paparnya.
Namun, pemahaman mengenai cara konsumsi obat herbal juga menjadi hal yang sangat krusial untuk diperhatikan.
“Sebagai contoh, untuk herbal Tugingo, dianjurkan dikonsumsi sebanyak 3 kali 2 kapsul sehari setelah makan. Obat ini harus disimpan di tempat yang kering, terhindar dari sinar matahari langsung, dan pada suhu di bawah 30 derajat Celsius,” jelasnya.
➡️ Baca Juga: Ketua MPR Apresiasi Niat Prabowo Sebagai Mediator dalam Konflik AS-Israel-Iran
➡️ Baca Juga: Ratusan Ojol Antre Sejak Subuh di Cibubur Terkait Hoaks Info THR Pak Haji




