Anggota Komisi I DPR, Iman Sukri, menegaskan pentingnya mengintensifkan pencarian terhadap lima jurnalis yang hilang kontak sejak Senin, 7 September, saat mereka meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, tepatnya di Kabupaten Pandeglang, Banten.
“Setiap detik sangat berharga. Kami mendesak semua pihak untuk memaksimalkan penggunaan sumber daya yang ada dan memperluas wilayah pencarian. Prioritas utama adalah menemukan semua korban dalam keadaan selamat secepat mungkin,” ujarnya dalam pernyataan yang disampaikan di Jakarta, Rabu.
Sukri, yang merupakan legislator dalam bidang komunikasi, menekankan bahwa keselamatan jurnalis harus menjadi fokus utama dalam situasi ini.
Dia menambahkan bahwa jurnalis sering berada di garis terdepan untuk menyampaikan fakta kepada publik, bahkan di lokasi-lokasi yang berisiko tinggi dan rawan bencana.
“Jurnalis memiliki profesi yang sangat mulia, karena mereka berfungsi sebagai mata dan telinga masyarakat. Mereka berjuang untuk memastikan bahwa masyarakat mendapatkan informasi yang akurat mengenai berbagai peristiwa,” jelasnya.
Ia juga mendorong semua elemen Tim SAR, mulai dari personel hingga armada kapal dan peralatan komunikasi, untuk saling berkolaborasi guna memastikan operasi pencarian kelima jurnalis tersebut berlangsung secara terencana dan efektif.
Kelima jurnalis yang hilang tersebut adalah M. Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita ANTARA Biro Banten, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari kantor berita Anadolu, dan Donal, seorang jurnalis lepas. Mereka hilang bersama tiga anggota kru kapal cepat Arupadhatu 1.
“Kami berharap segera mendapatkan kabar baik. Semoga kelima jurnalis dan tiga orang lain yang berada di kapal tersebut dapat ditemukan dalam keadaan sehat dan selamat, tanpa ada yang kurang,” harap Iman.
Sementara itu, tim SAR telah memperluas area pencarian pada hari kedua operasi penyelamatan.
Deputi Operasi Badan SAR Nasional, Edy Prakoso, menjelaskan bahwa penyisiran pada hari kedua dioptimalkan dengan membagi kekuatan menjadi empat unit pencarian dan penyelamatan (SRU) untuk menjangkau area yang lebih luas.
“Operasi SAR pada hari kedua dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan melibatkan berbagai unsur dari SAR serta dukungan penuh dari sarana laut dan udara,” ujarnya di Jakarta, Rabu.
Pencarian dibagi ke dalam empat titik strategis, yaitu SRU 1 menggunakan KN SAR Tetuka 247 yang menyisir sejauh 68,3 nautical mile (NM), SRU 2 dengan KAL Anyer sejauh 69,5 NM, SRU 3 yang mengoperasikan RIB 01 Lampung sejauh 67 NM, dan SRU 4 yang menggunakan RIB 02 Banten khusus untuk menyisir wilayah perairan sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang.
➡️ Baca Juga: Sekolah di Jakarta Diberi Izin Terapkan PJJ Mulai 18 Agustus, Ini Alasannya dari Pemprov DKI
➡️ Baca Juga: Elkan Baggott Berikan Respons Setelah Dipanggil Kembali ke Timnas Indonesia
