Ajinomoto Targetkan Pengurangan Penggunaan Plastik Hingga 1.736 Ton pada 2025 untuk Inisiatif Hijau

Jakarta – Proyeksi dari World Bank menunjukkan bahwa pada tahun 2025, volume sampah plastik di Indonesia dapat mencapai antara 9,9 hingga 12,4 juta ton per tahun. Angka ini setara dengan sekitar 13,98 persen dari total limbah yang dihasilkan. Oleh karena itu, dibutuhkan peran aktif dari sektor bisnis untuk mengatasi masalah yang semakin mendesak ini.
Menghadapi tantangan yang signifikan ini, Grup Ajinomoto Indonesia meyakini bahwa lingkungan yang bersih adalah kunci untuk menciptakan kehidupan keluarga yang lebih sehat. Dalam upaya tersebut, Ajinomoto mengintegrasikan berbagai inisiatif lingkungan melalui program Ajinomoto Health Provider, yang sejalan dengan misi perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan berkelanjutan bagi manusia, masyarakat, dan planet melalui inovasi AminoScience.
Inisiatif tersebut telah menunjukkan hasil yang positif. Melalui berbagai inovasi dalam kemasan, Ajinomoto berkomitmen untuk mengurangi penggunaan plastik sebanyak 1.736 ton pada tahun 2025. Ini merupakan kontribusi yang signifikan dalam mendukung upaya nasional untuk mengurangi sampah plastik. Inisiatif ini juga mencerminkan komitmen Ajinomoto dalam mematuhi regulasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia, serta mendukung target pengurangan plastik sebesar 30% pada tahun 2029/2030.
“Untuk mempersiapkan masa depan Indonesia yang lebih baik, kami terus memperluas dampak dari Ajinomoto Health Provider, tidak hanya melalui edukasi mengenai gizi seimbang, tetapi juga dengan membangun kesadaran akan manajemen sampah yang lebih bijak dan bertanggung jawab,” ungkap Grant Senjaya, Kepala Komunikasi Perusahaan PT Ajinomoto Indonesia, dalam keterangannya pada 12 Maret 2026.
Menurutnya, Ajinomoto terus memperluas dampak keberlanjutannya dengan melakukan kolaborasi bersama startup seperti Rekosistem, yang menyediakan fasilitas waste station yang beroperasi di Surabaya dan Mojokerto. Hal ini memberikan akses yang lebih baik bagi masyarakat untuk menyetorkan sampah yang telah dipilah.
Selain menyediakan infrastruktur untuk pengelolaan sampah, Ajinomoto juga menjalin kemitraan dengan berbagai bank sampah, seperti Bank Sampah Gunung Emas di Jakarta Timur, Bank Sampah Induk Patriot yang beroperasi di Bekasi, serta bank sampah di Karawang, Mojokerto, dan Surabaya. Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat pengelolaan sampah yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat.
Dari seluruh inisiatif yang telah dijalankan, Ajinomoto berhasil menangani 352 ton sampah pada tahun 2025. Kehadiran fasilitas ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi beberapa komunitas melalui skema pengumpulan sampah yang terorganisir.
➡️ Baca Juga: Panduan Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan
➡️ Baca Juga: Kesehatan Anak: Pentingnya Nutrisi Seimbang




