Presiden AS, Donald Trump, menyatakan pada hari Selasa bahwa dia tidak akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran, karena menurutnya hal tersebut tidak diperlukan lagi.
“Saya percaya Anda akan melihat dua hari yang luar biasa ke depan,” ungkap Trump, seperti yang dilaporkan oleh seorang jurnalis dari ABC News.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan perang berakhir dengan kesepakatan atau setelah kemampuan Iran dihancurkan, Trump mengakui bahwa kedua hasil tersebut mungkin terjadi, tetapi ia lebih memilih kesepakatan sebagai opsi yang lebih baik.
“Ini bisa berakhir dengan berbagai cara, tetapi saya rasa kesepakatan akan memberikan mereka kesempatan untuk membangun kembali,” tambahnya.
Trump juga mencatat bahwa Iran saat ini dipimpin oleh kepemimpinan yang berbeda, dan bahwa elemen radikal telah hilang. “Apa pun yang terjadi, kita telah menghilangkan kaum radikal. Mereka tidak lagi bersama kita,” tegas Trump.
Dalam kesempatan lain, Trump mengklaim perannya yang signifikan di kancah internasional, dengan menyatakan, “Jika saya bukan presiden, dunia akan hancur berkeping-keping,” merujuk pada situasi global saat ini.
Dalam sebuah wawancara yang akan ditayangkan pada hari Rabu, Trump menyatakan keyakinannya bahwa konflik antara AS dan Israel terhadap Iran hampir berakhir.
“Saya rasa kita sudah sangat dekat dengan penyelesaian. Maksud saya, saya merasa ini hampir selesai,” kata Trump kepada Maria Bartiromo, pembawa acara di Fox Business, saat ditanya tentang status perang tersebut. Cuplikan wawancara tersebut telah dibagikan di platform media sosial X.
“Anda tahu, bahkan jika saya mundur sekarang, mereka akan membutuhkan waktu 20 tahun untuk membangun kembali negara itu, dan kita belum selesai. Mari kita lihat apa yang terjadi. Saya percaya mereka sangat ingin membuat kesepakatan,” tambahnya.
Perundingan untuk mengakhiri konflik antara AS dan Israel dengan Iran telah berlangsung di Islamabad, Pakistan, selama akhir pekan. Namun, hingga saat ini, belum ada kesepakatan yang tercapai. Upaya untuk mengadakan putaran pembicaraan yang baru sedang dalam proses.
Trump menunjukkan sikap optimistis mengenai kemungkinan dimulainya kembali pembicaraan langsung antara AS dan Iran, dengan menyatakan pada hari Selasa bahwa negosiasi tersebut bisa dimulai dalam dua hari ke depan.
➡️ Baca Juga: HP dan Gadget Terbaru untuk Pengguna Aktif dengan Mobilitas Tinggi yang Efisien dan Tangguh
➡️ Baca Juga: Jasa Pengusiran Setan yang Populer dan Banyak Dicari di Masyarakat
