Trump Lepaskan Tanggung Jawab dan Tuduh Iran Terkait Serangan Mematikan di Minab

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru-baru ini mengalihkan tanggung jawab atas serangan tragis yang menargetkan sebuah sekolah dasar perempuan di Minab, Iran. Insiden mematikan ini mengakibatkan kematian sedikitnya 175 orang, sebagian besar di antaranya adalah anak-anak.

Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa serangan tersebut, berdasarkan penilaiannya, dilakukan oleh pihak Iran.

“Tidak, saya percaya bahwa berdasarkan informasi yang saya miliki, itu adalah tindakan yang dilakukan oleh Iran,” ungkap Trump saat berada di atas pesawat Air Force One pada Sabtu, 7 Maret 2026, seperti dilaporkan oleh berbagai sumber.

Pernyataan Trump muncul di tengah penyelidikan yang masih berlangsung oleh Pentagon terkait insiden tersebut. Namun, analisis forensik dari sejumlah media internasional, termasuk The New York Times dan Associated Press, menunjukkan bahwa ledakan yang menghancurkan sekolah tersebut kemungkinan besar merupakan hasil dari serangan presisi oleh Amerika Serikat.

Analisis tersebut menunjukkan bahwa serangan terjadi hampir bersamaan dengan operasi militer yang menargetkan pangkalan angkatan laut yang berlokasi dekat sekolah. Pangkalan itu diketahui dikelola oleh Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC), yang merupakan pasukan elit Iran.

Meskipun demikian, Trump tetap berpegang pada pendiriannya bahwa Iran adalah pihak yang bertanggung jawab atas tragedi ini. Ia mengulangi klaim tersebut setelah Menteri Pertahanan AS tidak memberikan dukungan langsung terhadap pernyataan presiden dan hanya menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung.

“Itu adalah tindakan dari Iran. Mereka sangat tidak akurat, seperti yang Anda ketahui tentang amunisi mereka. Keterampilan mereka dalam hal ini sangat buruk. Itu adalah tindakan Iran,” tegas Trump.

Laporan yang diterbitkan oleh The New York Times pada Kamis lalu menyatakan bahwa serangan terhadap sekolah di Minab, yang menewaskan puluhan anak-anak, diduga merupakan bagian dari operasi militer Amerika Serikat yang menargetkan pangkalan angkatan laut IRGC yang berlokasi di dekatnya.

Informasi yang disampaikan oleh The New York Times didasarkan pada analisis citra satelit, unggahan di media sosial, dan rekaman video yang telah diverifikasi untuk mendukung klaim tersebut.

Pernyataan resmi dari pejabat AS menunjukkan bahwa pesawat militer Amerika Serikat memang melakukan operasi di area tersebut pada hari terjadinya serangan terhadap sekolah, termasuk operasi yang menargetkan fasilitas yang dikelola oleh IRGC, menurut laporan yang beredar.

➡️ Baca Juga: DPR Soroti Distribusi Bantuan Alat Pertanian yang Tidak Merata

➡️ Baca Juga: Beasiswa UHW Perbanas D3/S1: Pendaftaran Online

Exit mobile version