PTPN I (Persero) kini tengah menjalani transformasi yang signifikan dengan mengarahkan fokus bisnisnya pada pengembangan produk yang memiliki nilai tambah. Setelah bertahun-tahun beroperasi di sektor hulu dan mengandalkan komoditas primer, langkah ini diharapkan mampu memperkuat posisi mereka di pasar.
Direktur Utama PTPN I (Persero), Abdul Rivai Ras, menegaskan bahwa proses transformasi ini akan melibatkan kolaborasi yang erat dengan para investor dan mitra strategis yang memiliki keahlian serta sumber daya yang diperlukan.
“PTPN I (Persero) membuka peluang hilirisasi berbagai komoditas, termasuk teh, kopi, kelapa, kakao, karet, dan tembakau,” jelas Abdul Rivai dalam pernyataannya pada 25 September 2026.
Dalam acara Business Gathering yang berlangsung di Kawasan Puncak, Bogor, PTPN I mengundang banyak pelaku usaha dan calon mitra strategis untuk bersama-sama mengeksplorasi berbagai potensi investasi dan pengembangan bisnis yang ada.
Pada kesempatan tersebut, Abdul Rivai menyatakan bahwa PTPN I (Persero) memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam mendukung agenda hilirisasi nasional. Oleh karena itu, perusahaan terus membuka kesempatan bagi pihak-pihak yang memiliki teknologi, jaringan pasar, serta kapasitas investasi untuk berkolaborasi.
“PTPN I (Persero) memiliki aset yang sangat besar dan beragam komoditas, serta infrastruktur yang memadai, namun produk akhir yang kami hasilkan masih kurang kompetitif. Ungkapan ‘kerbau punya susu, sapi punya nama’ mungkin cocok untuk kami,” ungkap Abdul Rivai.
Ia menambahkan, “Kami memiliki teh, kopi, tembakau, cerutu, dan kakao dengan kualitas internasional, tetapi merek-merek yang lebih dikenal justru berasal dari produk lain. Begitu juga dengan karet, di mana banyak merek ban kelas dunia yang memanfaatkan karet kami. Itulah mengapa kami mengundang para investor untuk berkolaborasi.”
Abdul Rivai juga menyatakan bahwa peluang kerja sama tidak hanya terfokus pada pengembangan produk konsumen dan manufaktur, tetapi juga mencakup optimalisasi aset tetap yang dimiliki perusahaan. PTPN I (Persero) memiliki lahan dan aset yang tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Sumatera, Jawa, Sulawesi, hingga bagian timur Indonesia.
Aset-aset ini memiliki potensi pengembangan yang sangat beragam, seperti properti, pariwisata, hospitality, pusat bisnis, ruang komersial, hingga pengembangan kawasan yang lebih luas.
“Aset tetap kami, terutama lahan, sangat kompetitif. Sudah lama kami menguasainya, dan saat ini lokasinya sangat dekat dengan pusat-pusat pertumbuhan dan keramaian. Lahan yang kami miliki untuk destinasi wisata juga sangat indah, dan ini harus dikembangkan bersama-sama dengan para investor,” tutup Abdul Rivai.
➡️ Baca Juga: Andre Taulany Ungkap Identitas Mertua dan Keluarga Amanda Rigby secara Mendalam
➡️ Baca Juga: Kegiatan Donor Darah di Sekolah-Sekolah: Pentingnya Berbagi
